Mengenal Kadek Adi Asih, Harapan Baru Panjat Tebing Indonesia
📅 Minggu, 04 Mei 2025, 19:28 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
NUSA DUA, BALI - Tangis haru Kadek Adi Asih menyeruak di udara tepat menjelang sore di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (3/5).
Tangan kirinya beberapa kali mengusap air mata yang mengalir di pipinya dan tangan kanannya memegang erat tali yang menarik dirinya perlahan turun dari ketinggian sekitar 15 meter dari puncak papan panjat tebing.
Gadis belia yang belum genap berusia 19 tahun itu berhasil menorehkan prestasi dengan meraih medali perunggu pada seri ketiga Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di tanah kelahirannya, Pulau Dewata.
Berlaga pada partai final perebutan juara ketiga disiplin speed putri, ia berhasil mencatatkan waktu 7,27 detik.
Kadek mengalahkan peringkat dua dunia, Jeong Jimin asal Korea Selatan yang terpeleset sehingga menyisakan jarak dengan catatan waktu 9,00 detik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjadi wakil Indonesia satu-satunya untuk nomor speed putri spesialisasi yang meraih medali.
Sedangkan untuk sektor speed putra, seniornya Kiromal Katibin juga meraih medali perunggu.

Sebaiknya Anda baca juga:
Debut pertama
International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup atau Piala Dunia Federasi Internasional Panjat Tebing 2025 seri ketiga di Bali menjadi ajang debut pertama bagi Kadek di kancah elit dunia.
Ia memperkuat tim Indonesia bersama 30 atlet lainnya yakni 10 atlet speed putra, sembilan atlet speed putri, dan masing-masing enam atlet lead putra dan putri.
Atlet kelahiran November 2006 itu tidak menyangka kejuaraan dunia pertama yang ia ikuti akan mencatatkan sejarah bagi dirinya dan negara.
Bahkan dalam rekam jejak yang termuat dalam laman resmi IFSC, ajang yang diadakan di pinggir Pantai Nusa Dua itu juga yang pertama kalinya diikuti oleh Kadek untuk level elit.
Di podium, ia pun bersanding dengan para atlet kaliber dunia yang sudah lebih dulu terjun di kancah profesional dan mencicipi juara dunia panjat tebing disiplin speed putri. Sebut saja juara dunia sekaligus pemegang rekor dunia speed putri 6,06 detik asal Polandia Miroslaw Aleksandra dan atlet asal China Zhou Yafei.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!