Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penanganan Empat Konflik Harimau di Agam pada Awal Mei

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penanganan Empat Konflik Harimau di Agam pada Awal Mei Doc: Antara

Lubuk Basung - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melakukan penanganan empat konflik atau interaksi negatif harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kabupaten Agam pada awal Mei 2026.

"Empat konflik harimau ini kita tangani selama 12 hari semenjak 2-12 Mei 2026," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Selasa.

Ia mengatakan empat konflik tersebut di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur semenjak Sabtu (2/5), setelah pasangan suami istri didatangi harimau saat berada di kebunnya.

Di lokasi tersebut, BKSDA Sumbar memasang kamera jebak dan kandang jebak.

"Saat ini kandang jebak masih terpasang di lokasi kemunculan satwa dilindungi tersebut," katanya.

Ia menambahkan konflik kedua dimana harimau mendatangi warga Matua Katiak, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua sedang berada di sawahnya, Selasa (5/5).

BKSDA Sumbar melakukan penanganan berupa memantau keberadaan di lokasi pada malam hari dan memasang kamera jebak di beberapa tempat.

Konflik ketiga berupa laporan kemunculan harimau di Aia Taganang, Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kamis (7/5) dan petugas ke lokasi untuk verifikasi lapangan.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Harimau di Taruyan, Matua Katiak dan Aia Taganang diduga satu individu, karena jarak hanya sekitar lima kilometer dari konflik sebelumnya," katanya.

Konflik di Padang Pulau, Gumarang 1, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Minggu (10/5), setelah anak kerbau berkelamin betina diserang harimau sumatra.

Anak kerbau ini mengalami luka pada bagian paha kanan belakang dan anak kerbau tersebut mati, Senin (11/5) sore.

"Kita belum dapat menduga harimau di Gumarang satu individu dengan Kecamatan Matur. Petugas sudah ke lokasi untuk melakukan penanganan usai mendapatkan laporan dari pemerintah nagari, Senin. (11/5)," katanya.

BKSDA Sumbar melakukan penanganan konflik tersebut bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin dan Pagari Salareh Aia.

Ia mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun dengan cara tidak sendirian ke kebun, melakukan aktivitas di kebun dari pukul 09.00-16.00 WIB, mengandangkan ternak sekitar rumah agar aman dari serangan harimau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Geliat Ekspor Perikanan Vie...
Luar Negeri
Jepang Darurat Kokain: Angk...

Intel Ukraina Terlibat dalam Ledakan di Monako

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Intel Ukraina Terlibat dala...
Luar Negeri
Sri Lanka Rebut Kembali Sta...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.