Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keracunan Menu MBG Terus Berulang, Pakar Minta Penerima Kenali Kualitas Makanan

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 18:11 WIB | Oleh:
Keracunan Menu MBG Terus Berulang, Pakar Minta Penerima Kenali Kualitas Makanan Doc: Istimewa
Ket. Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Dede Nasrullah

JAKARTA - Siswa keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berulang. Terbaru, ratusan siswa di Bandung dan Tasikmalaya mengalami kejadian serupa usai menyantap menu MBG.

Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Dede Nasrullah berpesan kepada penerima MBG agar mengenali kualitas makanan. Penerima harus mengenali tanda-tanda makanan yang sudah basi atau tidak higienis. 

"Misalnya makanan basi umumnya dapat dikenali melalui perubahan aroma, tekstur, dan warna. Sebaiknya masyarakat untuk membiasakan mencium makanan sebelum mengonsumsinya sebagai langkah awal pencegahan," ujar Dede, dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Minggu (4/5).

Dia menjelaskan, pengecekan menggunakan panca indra sering kali cukup efektif untuk menghindari konsumsi makanan yang berbahaya. Jenis makanan berkarbohidrat seperti nasi, mie, dan lontong cenderung cepat basi jika disimpan terlalu lama pada suhu ruang, ditandai dengan bau asam, tekstur berlendir, atau munculnya jamur.

Dede nilai, penyebab permasalahan MBG karena penanganan makanan yang kurang baik seperti dalam aspek penyimpanan dan diatribusi. Makanan yang disajikan dalam jumlah besar harus melalui proses hiegienis yang ketat termasuk penyajiannya.

Dia menyebut, pemerintah harus segera melakukan evaluasi terkait dengan pengelolaan menu makanan tersebut. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) harus memastikan bahwa satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan mengenai penyediaan makanan dan pendistribusian secara ketat dan berkala dalam melakukan pengecekan.

SPPG harus memperhatikan higienis makanan yang akan disajikan jangan sampai makanan yang diberikan tidak hiegienis baik dalam penyediaan proses hingga dalam penyajian. Menurutnya, pemerintah jangan asal memberikan izin kepada SPPG.

"Harus ada kroscek yang ketat baik dari tempat lokasi dan semuanya. Jika terjadi maka izin yang sudah diberikan kepada satuan pengelola makanan segera dicabut dan tidak diberikan untuk mendistribusikan makanan kembali," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.