Spekulasi di Balik Absennya Taiwan di Pemakaman Paus: Isyarat Tekanan Tiongkok Jelang Konklaf?
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 16:06 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: AFP
VATIKAN - Jelang konklaf pemilihan pengganti Paus Fransiskus, yang akan dimulai 7 Mei 2025, sorotan tak hanya tertuju pada para kardinal dan calon penerus Takhta Suci.
Di Taiwan, perhatian justru terfokus pada potensi kehadiran perwakilan mereka dalam pelantikan paus baru nanti, sebuah isu yang diyakini sarat akan tekanan dari Beijing.
Mantan Wakil Presiden Taiwan, Chen Chien-jen, yang baru saja kembali dari Vatikan usai menghadiri pemakaman Paus Fransiskus, secara terbuka menyatakan harapannya agar Presiden Taiwan terpilih, Lai Ching-te, dapat menghadiri pelantikan paus mendatang. "Kami berdoa agar Dr. Lai bisa menghadiri pelantikan paus yang baru," ujar Chen kepada The Guardian di Taipei.
Ketidakhadiran Lai dalam pemakaman Paus Fransiskus sebelumnya memicu spekulasi kuat adanya campur tangan Tiongkok. Vatikan sendiri merupakan satu dari hanya segelintir negara yang mengakui Taiwan secara diplomatik, dan menjadi satu-satunya di Eropa.
Kehadiran presiden Taiwan dalam acara penting Vatikan seperti pemakaman Paus Yohanes Paulus II dan misa perdana Paus Fransiskus sebelumnya, pun terancam oleh dinamika geopolitik yang semakin rumit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok , yang menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontaknya, secara aktif menggunakan pengaruh globalnya untuk membatasi ruang gerak diplomatik Taiwan.
Beijing berhasil meyakinkan banyak sekutu Taiwan untuk memutuskan hubungan dan beralih mengakui Republik Rakyat Tiongkok. Para pengamat meyakini tekanan inilah yang menjadi alasan perubahan rencana delegasi Taiwan untuk pemakaman Paus Fransiskus.
Setelah pengumuman wafatnya Paus Fransiskus, Taiwan dengan sigap menyampaikan belasungkawa dan mulai berencana mengirimkan Presiden Lai sebagai kepala delegasi. Namun, dalam hitungan jam, keputusan berubah dan Chen Chien-jen, yang memiliki kedekatan personal dengan mendiang Paus, ditunjuk sebagai perwakilan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Spekulasi mengenai penolakan atau permintaan terselubung dari Vatikan atas kehadiran Lai, akibat tekanan Tiongkok , pun merebak meski belum ada konfirmasi resmi dari ketiga pihak.
Reaksi Tiongkok sendiri terbilang lambat dan disampaikan melalui juru bicara kementerian luar negeri yang menegaskan kembali posisi Beijing bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari Tiongkok. Mereka juga tidak mengirimkan utusan ke pemakaman Paus Fransiskus, yang diinterpretasikan sebagai potensi penolakan Vatikan untuk mengecualikan delegasi Taiwan.
Michel Chambon, peneliti di Universitas Nasional Singapura, menilai bahwa Vatikan berada dalam posisi sulit. "Kami tahu ini akan menjadi masalah rumit, Tiongkok akan meminta agar delegasi Taiwan tidak diizinkan, dan Vatikan tidak bisa menolak secara terbuka, namun juga tidak bisa mengabaikan mitra diplomatiknya dan umat Katolik di Taiwan," jelasnya.
Bagi Taiwan, kehadiran dalam acara-acara Vatikan bukan hanya soal protokoler, melainkan juga kesempatan langka untuk berinteraksi dengan para pemimpin dunia dan memperkuat dukungan internasional di tengah ancaman dari Tiongkok .
Chen Chien-jen sendiri mengakui pentingnya pertemuan-pertemuan bilateral yang terjadi di sela-sela pemakaman Paus Fransiskus dengan para pemimpin negara sahabat yang memiliki visi yang sama terkait stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!