Partai Liberal Menangkan Pemilu
📅 Rabu, 30 Apr 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/CHAD HIPOLITO
OTTAWA – Partai Liberal yang dipimpin Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, berhasil mempertahankan kekuasaan dalam pemilu yang digelar Senin (28/4). Walau menang, CTV News meramalkan bahwa partai ini akan gagal mencapai pemerintahan mayoritas yang diinginkannya untuk membantunya menegosiasikan tarif dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Atas kemenangan itu, pemimpin Partai Konservatif, Pierre Poilievre, telah mengakui kekalahan terhadap Partai Liberal.
Partai Liberal perlu memenangkan 172 dari 343 distrik elektoral DPR, untuk memperoleh mayoritas yang memungkinkan mereka memerintah tanpa dukungan dari partai yang lebih kecil. Namun dalam kemenangan pemilu ini, Partai Liberal hanya bisa meraih dukungan dari 164 distrik, diikuti oleh Partai Konservatif dengan 147 distrik, dan jumlah suara saat berita ini ditulis pada Selasa (29/4) masih dihitung.
Atas kemenangan partainya, PM Carney, 60 tahun, sebelumnya telah berjanji untuk bersikap tegas terhadap Washington DC terkait perang tarif walau mengatakan Kanada perlu mengeluarkan miliaran dollar untuk mengurangi ketergantungannya pada AS.
“Kita akan memenangkan perang dagang ini dan membangun perekonomian terkuat di G7,” kata PM Carney saat diumumkan bahwa partainya sedang menuju kemenangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para pendukung Carney yakin bahwa sosok PM Kanada ini akan mampu menandingi Trump karena keduanya adalah sama-sama seorang pebisnis.
Picu Patriotisme
Kemenangan Partai Liberal dalam pemilu Kanada sendiri merupakan puncak kebangkitan penting, namun jika partai ini hanya bisa meraih minoritas akan jadi dilema karena pemerintahan minoritas di Kanada sejauh ini jarang bertahan lebih dari 2,5 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenangan Partai Liberal bisa terjadi setelah adanya ancaman tarif dari Trump yang memicu gelombang patriotisme yang meningkatkan dukungan bagi PM Carney.
Trump muncul kembali sebagai salah satu faktor kemenangan pemilu setelah pekan lalu menyatakan bahwa ia mungkin akan menaikkan tarif sebesar 25 persen untuk mobil buatan Kanada karena AS tidak menginginkannya. Sebelumnya, Trump bahkan mengatakan bahwa ia mungkin akan menggunakan “kekuatan ekonomi” untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian AS yang ke-51.
PM Carney sendiri, walau tak memiliki pengalaman politik, telah menggunakan pengalamannya dalam menangani masalah ekonomi hingga menjadikannya pemimpin terbaik untuk menghadapi Trump.
“Tidak seperti Pierre Poilievre, saya pernah mengelola anggaran sebelumnya. Saya telah mengelola ekonomi sebelumnya. Saya telah mengelola krisis sebelumnya. Ini adalah waktunya untuk pengalaman, bukan eksperimen,” kata Carney kepada wartawan pekan lalu.
Carney terpilih sebagai pemimpin Partai Liberal pada Maret lalu, menggantikan mantan PM Justin Trudeau yang mengundurkan diri di tengah-tengah rendahnya peringkat persetujuan setelah hampir satu dekade menjabat.
Ketegangan dengan AS telah menyebabkan pendukung dua partai yang lebih kecil, Partai Demokrat Baru yang condong ke kiri dan Blok Quebecois yang separatis, beralih mendukung Partai Liberal. ST/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!