Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkeu Pastikan BBM Bersubsidi Terus Jalan, Purbaya Ungkap Perintah dari Presiden Prabowo

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 20:48 WIB | Oleh:
Menkeu Pastikan BBM Bersubsidi Terus Jalan, Purbaya Ungkap Perintah dari Presiden Prabowo Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/4).

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa seluruh kebijakan strategis terkait stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan terus dipertahankan hingga akhir 2026 sesuai dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. 

Menkeu meluruskan persepsi publik mengenai pengambilan keputusan di tingkat kementerian dan lembaga. Ia menegaskan langkah-langkah yang diambil bukanlah inisiatif pribadi atau sektoral semata, melainkan mandat dari pimpinan tertinggi negara.

"Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya sering lupa bilang itu. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Tapi kadang-kadang kita nggak ngomong itu. Jadi kebijakan kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan, kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi," ujar Purbaya ditemui di Jakarta, Selasa.

Dalam proses pengambilan keputusan, lanjut dia, Presiden sangat detail mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah secara rutin melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak mentah untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.

"Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya gimana dampaknya? Oke Pak, saya hitung dulu. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga 80 (dolar per barel) gimana? Harga 90 begini, harga 100 begini. Yaudah. Yang lain mungkin enggak perlu tahu detail. Tapi itu tergantung dari Bapak Presiden," tambahnya.

Meski kondisi global tidak menentu, Bendahara Negara itu meminta masyarakat untuk tidak panik.

Ia memastikan kondisi fiskal dan pendapatan negara masih dalam posisi yang kuat untuk menopang kebijakan subsidi maupun penahanan harga BBM. Salah satu bantalannya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.

"Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis saja. Jadi teman-teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada. Sebagian orang berpikir mungkin saya santai penampilannya ketawa-ketawa, tapi sebenarnya dihitung. Simulasi saja berapa harga. Belum kita hitung, sumber-sumber lain pendapatan, peningkatan pendapatan dari kebijakan Pak Menteri ESDM, Pak Bahlil," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.