Panitia SNPMB Temukan Fenomena Joki UTBK Lintas Provinsi, Total Perjokian Ada 10 Kasus
📅 Rabu, 30 Apr 2025, 03:06 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Foto tangkapan layar Youtube SNPMB
JAKARTA - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menemukan fenomena joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) lintas provinsi. Ketua SNPMB, Eduart Wolok, mengatakan, pihaknya menemukan 10 kecurangan peserta UTBK yang menggunakan joki.
“Keterlibatan (joki) ini yang menarik. Jaringan perjokian lintas provinsi,” ujar Eduart, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (29/4).
Dia mencontohkan, terdapat empat lokasi pusat UTBK tempat terjadinya kecurangan di mana terdapat peserta yang berasal dari beda provinsi atau beda pulau. Meski demikian, proses tersebut tidak menyalahi aturan.
“Contoh, yang bersangkutan lulusan SMA Semarang. Pilihan prodi di UTBK-nya memilih UI dan UGM. Ujiannya di Medan, daftar ujiannya. Atau daftar ujiannya di Gorontalo. Apakah ini salah? Tidak salah. Selama memang bisa dibuktikan, tidak salah,” jelasnya.
Model Kecurangan
Sebaiknya Anda baca juga:
Eduart mengungkapkan, ada dua model kecurangan yang menggunakan jasa joki. Pertama, mengganti foto peserta dengan foto joki saat membuat akun Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kedua, lanjut dia, joki memberikan jawaban ke peserta yang berada di dalam ruangan. Peserta menggunakan perangkat yang mampu berkomunikasi dengan joki yang bisa memberikan jawaban atau joki komputer yang digunakan diretas agar joki bisa mengerjakan soal.
“Jadi si peserta ini tetap mengoperasikan PC-nya dengan jawaban yang dikirim dari luar. Kemudian ada lagi yang melakukan remote PC peserta dari luar dan mengendalikan sepenuhnya menjawab ujiannya. Jadi pesertanya nggak ngapa-ngapain. Karena berusaha komputernya yang di-hack dan dioperasikan dari luar,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Eduart menambahkan, terdapat model kecurangan lain selain joki. Salah satunya yaitu mengambil soal dan menyebarkannya menggunakan perangkat yang tidak terdeteksi oleh metal detector.
“Ternyata sekarang sudah semakin canggih, ada alatnya yang diusahakan tidak terlacak dengan metal detector,” ucapnya.
Dia menerangkan, selama pelaksanaan UTBK sampai sesi ke-12, rata-rata kehadiran peserta sebanyak 95 persen. Peserta yang sudah mengikuti UTBK berjumlah 563.661 peserta atau setara dengan 65,47 persen.
“Yang tidak hadir 19.970, 2,32 persen. Ini artinya menunjukkan antusiasme peserta UTBK untuk ikut berada di level yang ini,” jelasnya. ruf/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!