Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Tambang Ilegal, Pemkab Sigi Terapkan Jam Malam

📅 Rabu, 30 Apr 2025, 12:10 WIB | Oleh:
Cegah Tambang Ilegal, Pemkab Sigi Terapkan Jam Malam Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Kami minta warga di Kecamatan Lindu menghentikan seluruh aktivitas luar rumah setelah pukul 22.00 Wita sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai menerapkan jam malam di daerah itu untuk mencegah adanya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah itu.

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan penerapan jam malam tersebut diberlakukan di Dusun Kankuro, Desa Tomado, Kecamatan Lindu. Diharapkan warga bisa bersinergi dan bersama-sama pemerintah desa, TNI Polri hingga pemerintah daerah menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) daerah tersebut.

"Kami minta warga di Kecamatan Lindu menghentikan seluruh aktivitas luar rumah setelah pukul 22.00 Wita sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan," kata Samuel Yansen Pongi di Desa Bora, Rabu.

Ia mengemukakan saat ini masyarakat setempat sudah membuat pos sementara di Desa Tomado dengan melibatkan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan warga sekitar.

"Jadi, selama 1x24 jam setiap tamu yang masuk ke wilayah Tomado, khususnya Dusun Kankuro wajib lapor di pos terpadu itu, sehingga diketahui keperluan dan berapa lama berada di wilayah itu serta siapa yang akan ditemuinya," ucapnya.

Ia menuturkan jika masih menemukan aktivitas masyarakat di Dusun Kankuro, Desa Tomado, harus jelas alasannya membuat kegiatan tersebut.

"Pemberlakuan jam malam ini sudah dilakukan setelah penutupan lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kankuro pada Minggu (27/4), sehingga jam 22.00 Wita sudah tidak ada lagi aktivitas masyarakat," ucapnya.

Menurut dia, apabila ada yang melanggar aturan itu, akan diberikan sanksi yang sudah disepakati. "Tentunya kalau ada hal-hal yang mencurigakan akan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk segera ditindaklanjuti," katanya.

Samuel meminta kepada yang bukan warga Kankuro untuk segera meninggalkan wilayah tersebut jika tidak memiliki kepentingan.

"Masyarakat dari luar wilayah Kankuro, Desa Tomado, Kecamatan Lindu untuk segera meninggalkan wilayah ini, karena operasi yustisi akan terus dilakukan oleh TNI/Polri dan pemerintah daerah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat," ujarnya.

Polres Sigi bersama TNI dan Pemkab Sigi melakukan penutupan lokasi PETI di Dusun Kankuro, Desa Tomado, Kecamatan Lindu pada Minggu (27/4).

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan sudah memberikan hak kepada masyarakat Dusun Kankuro, Desa Tomado, Kecamatan Lindu terkait pelepasan kawasan Taman Nasional Lore Lindu seluas 6.447 hektare sebagai hutan adat.

Kawasan itu memiliki fungsi ganda, yakni sebagai kawasan konservasi dan produksi, sehingga masyarakat setempat bisa memanfaatkan kawasan hutan adat dengan tetap menjaga kelestariannya.

Untuk Kawasan hutan adat saat ini dikendalikan oleh Masyarakat Hukum Adat (MHA), sehingga semua pihak harus bertanggungjawab dalam menjaga kawasan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.