Survei: 20% Perusahaan Jepang Diperkirakan Terdampak Tarif AS
📅 Senin, 28 Apr 2025, 14:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: NHK
TOKYO - Survei pemerintah Jepang menemukan bahwa 20 persen perusahaan yang berbasis di negara itu mengatakan bahwa kebijakan tarif pemerintahan Trump dapat mempengaruhi bisnis. Perusahaan di industri otomotif yang paling mungkin merasakan dampaknya.
“Bank Pembangunan Jepang mendapat respons dari 227 perusahaan di berbagai bidang bisnis termasuk sektor otomotif, transportasi, dan permesinan,” lapor kantor berita NHK, Senin (28/4).
Sebanyak 39 persen perusahaan di sektor otomotif mengatakan tarif dapat memengaruhi bisnisnya.
Beberapa mengatakan sebagian besar produknya yang di ekspor ke AS dibuat di Jepang dan Meksiko. Perusahaan itu mengatakan akan sulit merelokasi basis produksi dan mengganti rantai pasokan.
Survei terpisah yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian menemukan bahwa produsen teh hijau mengkhawatirkan penurunan permintaan di AS karena kenaikan harga di negara itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Survei juga menemukan bahwa perusahaan pengekspor daging sapi telah mendengar dari beberapa kliennya yang tidak ingin menerima produknya untuk saat ini.
Pemerintah Jepang memutuskan kebijakan paket darurat yang menyediakan dukungan untuk pembiayaan dan membantu perusahaan mempertahankan tenaga kerja.
Pemerintah Jepang pun berencana untuk menyusun langkah-langkah dukungan lainnya jika diperlukan. NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!