Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siapa Dalang Pemasok sehingga Papua Terus Banjir Senjata untuk KKB

📅 Senin, 28 Apr 2025, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tidak mudah untuk mengungkap jaringan penyuplai senjata api dan amunisi tersebut, kata Faizal, dan pihaknya sempat kejar-kejaran dengan waktu. "Bila terlambat sedikit maka berbagai barang bukti yang sebelumnya berada di Bojonegoro dan Sleman bisa lenyap," katanya. 

Dengan bantuan Polda Jatim, Polda DI Yogyakarta, dan Polda Papua Barat, berbagai barang bukti  diamankan, termasuk berbagai peralatan pembuatan senjata api rakitan yang ditemukan di Bojonegoro, Jawa Timur.

Dari tujuh tersangka yakni YE, TW, MH, MK, P, ES, dan AP,  diamankan 17 senjata api berbagai jenis dan 3.573 amunisi dengan berbagai kaliber.

"Bantuan yang diberikan anggota Polri dari ketiga Polda itu sangat membantu dalam mengungkap jaringan sekaligus mengamankan barang bukti," kata Brigjen Pol Faizal Rahmadani.

Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mengatakan, saat ini penyidik Direktorat Krimum Polda Papua masih memeriksa Yuni Enumbi.

Untuk enam tersangka lainnya termasuk Teguh sudah dikembalikan ke Polda Papua Barat dan untuk tersangka yang ditangkal di Bojonegoro ditangani Dirkrimum Polda Jawa Timur dan tersangka dari Sleman oleh Polda DI Yogyakarta.

"Kasusnya saat ini terus bergulir dan Ditkrimum Polda Papua hanya menangani dan memeriksa Yuni Enumbi ," kata Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin.

Sangat berbahaya

Anggota Majelis Rakyat Papua Izak Hikoyabi mengatakan, bila sampai senjata api dan amunisi itu lolos dan diterima KKB, akan sangat berbahaya. Pasti akan terjadi penyalahgunaan dan yang menjadi korban tidak saja aparat keamanan tetapi juga warga sipil.

Karena itulah pihaknya mengapresiasi pengungkapan kasus dengan berhasil mengamankan puluhan senjata api dan ribuan amunisi.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan personel Polri yang telah mengungkap kasus dan mengamankan barang bukti sebelum sampai ke tangan kelompok bersenjata," ujar Izak Hikoyabi.  

Menurut Izak, masyarakat diharapkan juga ikut membantu aparat keamanan dengan menginformasikan bila mendengar ada hal-hal yang mencurigakan, apalagi bila terkait keamanan sehingga TNI-Polri dapat menyelidiki dan mencegah terjadinya sesuatu yang membahayakan.

Aparat keamanan juga diharapkan lebih waspada agar dapat mengungkap bila ada yang oknum atau kelompok yang ingin memasok senjata api dan amunisi ke Tanah Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

37 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.