Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ribuan Pengemudi Angkutan di Jawa Tengah Lakukan Cek Kesehatan Gratis

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 22:17 WIB | Oleh:
Ribuan Pengemudi Angkutan di Jawa Tengah Lakukan Cek Kesehatan Gratis Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Ket. Pengemudi yang tergabung dalam Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (27/4).

SEMARANG - Ribuan pengemudi angkutan yang tergabung dalam Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersamaan dengan Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Ke-5 komunitas tersebut di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, di Magelang, Minggu (27/4), menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat program kesehatan masyarakat dengan menggandeng berbagai komunitas, termasuk KDEMI.

Berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada pengemudi dari komunitas tersebut, ditemukan ada sebanyak lima orang yang terindikasi terpapar tuberkulosis (TBC).

"Ini harus segera ditindaklanjuti. Kelima orang ini akan kami obati hingga tuntas selama enam bulan. Ini bagian dari tugas kita dalam menyelamatkan masyarakat," katanya, di sela menghadiri kegiatan itu.

Dari temuan ini, kata dia, selanjutnya akan dilakukan skrining terhadap seluruh anggota keluarga yang terpapar untuk mencegah penyebaran.

"Kalau ada satu yang terpapar, maka seluruh keluarga harus diskrining. Penyakit ini tidak bisa dibiarkan karena bisa membahayakan, tidak hanya penderitanya tapi juga lingkungan sekitar," kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Ia juga berterima kasih kepada para relawan kesehatan yang aktif melakukan edukasi, memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, serta mengajak masyarakat untuk tidak malu atau takut melakukan pemeriksaan.

Tak lupa, Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi yang tergabung dalam komunitas tersebut.

"Terima kasih sudah memilih destinasi wisata di Jawa Tengah. Ini bukan hanya memajukan pariwisata, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa," katanya.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan berbagai bantuan. Mulai dari santunan jaminan kematian dan jaminan hari tua sebesar Rp42,6 juta dan santunan kecelakaan kerja sebesar Rp14 juta kepada anggota KDEMI, serta bantuan tabungan dari Bank Jateng, hingga paket sembako dari Baznas Jateng.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Kusminar menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti warga yang terpapar TBC tersebut.

"Kami berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan seterusnya lewat puskesmas untuk skrining pada keluarga. Selain itu juga kami akan koordinasi dengan provinsi lainnya karena organisasi ini gabungan enam provinsi," katanya.

Selain cek kesehatan gratis, kata dia, pada kesempatan itu juga dilaksanakan program layanan dokter spesialis keliling (Speling) yang diharapkan menjadi gerakan yang semakin masif di 35 kabupaten/kota di Jateng untuk mempercepat deteksi dini berbagai penyakit menular.

Ketua Pembina KDEMI Andi Ramadan menyampaikan rasa syukur atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jateng, seraya menegaskan bahwa komunitasnya siap mendukung berbagai program pemerintah ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.