Menghidupkan Lahan Tidur, PGN Berhasil Ciptakan Ketahanan Pangan Melalui Padi Biosalin
📅 Minggu, 27 Apr 2025, 20:56 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: koran jakarta/henri pelupessy
SEMARANG – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), yang kini berstatus sebagai Subholding Gas Pertamina, menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan Indonesia melalui keberhasilan panen padi Biosalin di wilayah Pesisir Utara, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang, Jawa Tengah.
Keberhasilan ini tidak hanya membuktikan inovasi pertanian yang adaptif terhadap kondisi lahan pesisir, tetapi juga menunjukkan dampak positif dari sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta.
Panen padi Biosalin ini menandai suksesnya implementasi Program Riset Smart Farming Biosalin 1 dan 2, yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PGN.
Program ini dimulai pada Desember 2024 dan berfokus pada pengembangan padi tahan garam sebagai solusi bagi lahan pesisir yang sebelumnya terbengkalai akibat tingginya salinitas atau kadar garam dalam tanah dan air.
Padi Biosalin adalah varietas padi yang dirancang khusus untuk bertahan dalam kondisi tanah salin, menjadikannya solusi efektif untuk menghidupkan kembali lahan-lahan yang tidak produktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagian besar lahan yang digunakan dalam panen kali ini merupakan lahan tidur milik Kelompok Tani Sumber Rezeki yang sudah tidak dimanfaatkan sejak gagal panen akibat tingginya salinitas pada tahun 2021.
Melalui teknologi ini, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini kembali dapat digunakan untuk produksi pangan.
Panen padi Biosalin ini mencatatkan hasil yang menggembirakan, dengan total produksi sebesar 116,95 ton Gabah Kering Panen (GKP), dan produktivitas rata-rata mencapai 5,85 ton per hektare.
Sebaiknya Anda baca juga:
Varietas padi Biosalin 1 memberikan hasil 6,03 ton per hektare, sementara Biosalin 2 mencapai 5,67 ton per hektare. Angka-angka ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dalam sektor pertanian mampu memberikan solusi terhadap tantangan besar yang dihadapi oleh petani di wilayah pesisir.
Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman mengungkapkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kerja sama antara berbagai pihak mampu menciptakan perubahan positif, tidak hanya dalam sektor energi tetapi juga dalam pengembangan ketahanan pangan. PGN bangga bisa berkontribusi bagi masyarakat pesisir dengan memanfaatkan lahan tidur yang kini memberikan harapan baru,” ujarnya.
PGN melanjutkan program budidaya padi Biosalin tahap kedua dengan luas lahan yang sama, yakni 20 hektare, dan berencana untuk memperluas area budidaya hingga mencapai 100 hektare.
Hal ini merupakan bagian dari komitmen PGN untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat sekitar.
Masyarakat Pesisir
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!