Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Jalan Kaki Lebih Baik dari Jogging dan Lari bagi Orang Tertentu? Inilah Alasannya

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 22:04 WIB | Oleh:

Lebih baik untuk kesehatan mental

Berlari dan jogging sangat intens. Jantung berdegup kencang, napas menjadi pendek, dan otak masuk ke mode kinerja. Hal itu mungkin berhasil bagi sebagian orang.

Namun bagi mereka yang berurusan dengan stres, kecemasan, kelelahan, atau kelelahan mental, berjalan kaki menawarkan rasa tenang daripada memacu adrenalin. Ini bersifat meditatif, terutama jika dilakukan di ruang hijau.

Anda tidak perlu daftar lagu yang membisingkan telinga. Cukup dengan suara burung, gemerisik dedaunan di bawah kaki, dan pikiran Anda yang mulai rileks.

Banyak terapis bahkan merekomendasikan sesi terapi “berjalan dan berbicara” karena alasan ini-ini membuat orang berada dalam ritme yang merilekskan sistem saraf.

Jadi, jika tujuan Anda bukan hanya kebugaran fisik tapi juga keseimbangan emosional, berjalan kaki bisa menjadi teman terbaik.

Baik untuk metabolisme

Berjalan kaki ternyata sangat baik untuk menurunkan berat badan dan membakar lemak, terutama bagi mereka yang memiliki metabolisme yang lebih lambat atau ketidakseimbangan hormon.

Saat berlari atau jogging, tubuh membakar kalori dengan cepat, tetapi juga cenderung memicu nafsu makan yang lebih besar di kemudian hari. Itulah mengapa banyak pelari mengeluh makan lebih banyak dari yang seharusnya setelah berlari.

Di sisi lain, berjalan kaki membuat metabolisme tetap terjaga tanpa menstimulasi rasa lapar secara berlebihan. Hal ini membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Bagi wanita dengan PCOS, penderita diabetes tipe 2, atau siapa pun yang ingin menjaga hormon mereka tetap stabil, berjalan kaki secara teratur-terutama setelah makan-bisa menjadi pengubah total. Anda membakar lemak tanpa membuat sistem tubuh terlalu stres.

Manfaat jangka panjang

Penelitian telah menunjukkan bahwa berjalan kaki secara teratur (terutama jalan cepat) meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan kolesterol jahat, meningkatkan fungsi paru-paru, mengurangi lemak perut, dan bahkan mendukung fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
TKDN Tidak Sesuai, APJIPMI ...
Daerah
Sumut Resmi Larang Pengguna...
Megapolitan
Polisi Ringkus Pemalak yang...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.