Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamendukbangga Ajak Orang Tua Terlibat Cegah Perundungan Anak

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 23:28 WIB | Oleh:
Wamendukbangga Ajak Orang Tua Terlibat Cegah Perundungan Anak Doc: ANTARA/HO-Kemendukbangga
Ket. Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN mengajak orang tua turut mencegah perundungan anak dalam kegiatan Taman Asuh Sayang Anak di Kelas Orang Tua Hebat (Tamasya di Kerabat) yang diselenggarakan secara hibrida pada Kamis (24/4/2025).

Jakarta - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengajak orang tua untuk ikut terlibat mencegah perundungan atau bullying pada anak dalam rangka memperingati Hari Kartini.

“Dengan meneruskan semangat yang dimiliki Kartini, diharapkan seluruh pihak dapat berupaya menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan sejak usia dini untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (25/4).

Dalam kegiatan Taman Asuh Sayang Anak di Kelas Orang Tua Hebat (Tamasya di Kerabat) yang diselenggarakan secara hibrida pada Kamis (24/4), Isyana menegaskan masa kanak-kanak seharusnya menjadi periode yang penuh dengan kegembiraan, pembelajaran, dan pertumbuhan yang optimal. Namun, hingga saat ini tidak sedikit anak-anak yang masih menjadi korban perundungan dan kekerasan.

Isyana mengemukakan Kemendukbangga/BKKBN terus berupaya mendorong kebiasaan mengobrol dalam keluarga, karena melalui komunikasi yang baik dan ikatan batin yang kuat, orang tua dapat berperan untuk mencegah anak jatuh ke dalam permasalahan lebih lanjut, termasuk agar tidak menjadi korban maupun pelaku perundungan.

“Melalui Kelas Orang Tua Hebat ini, mari bersama-sama kita tanamkan nilai-nilai empati, saling menghargai dan menolak segala bentuk kekerasan sejak dini," ucapnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Adi Leksono menyampaikan bahwa tiap tahun KPAI menerima aduan pelanggaran anak lebih dari 3.000 kasus, dengan aduan tertinggi adalah kasus pelanggaran anak yang terjadi di keluarga dan satuan pendidikan.

Jenis kekerasan yang terjadi pada anak, di antaranya kekerasan seksual, kekerasan fisik dan psikis, termasuk eksploitasi anak dalam dunia maya.

Sementara itu, Psikolog, Ira Puspitawati yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara anak dengan orang tua untuk mencegah terjadinya perundungan.

“Untuk mengatasi perundungan bisa berawal dari rumah, dengan orang tua membangun komunikasi yang terbuka, menerapkan disiplin dengan kasih sayang dan kesepakatan, memantau aktivitas digital anak, serta bekerja sama dengan pihak sekolah," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.