Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menggerakkan Ekonomi Nasional dari Akar Rumput

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menggerakkan Ekonomi Nasional dari Akar Rumput Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Ket. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi

JAKARTA - Koperasi merupakan soko guru perekonomian bangsa. Dengan berlandaskan semangat gotong royong, koperasi bahkan diyakini menjadi salah satu solusi menjaga stabilitas keuangan dan ekonomi di tengah gejolak global saat ini. 

Sayangnya, keberadaan koperasi di Indonesia saat ini tak bisa berkembang karena berbagai dinamika terjadi. Karenanya, pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) ingin mengembalikan marwah koperasi sebagai sistem perekonomian kerakyatan, termasuk dengan rencana pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Untuk mengetahui rencana pembentukan dan target yang ingin dicapai dari Kopdes Merah Putih tersebut, berikut penjelasan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang dirangkum wartawan Koran Jakarta, Fredrikus Wolgrabrink Sabini dalam berbagai kesempatan.

Bagaimana perkembangan perkoperasian di Tanah Air saat ini?

Saat ini rasio jumlah masyarakat Indonesia yang menjadi anggota koperasi masih sangat kecil. Data menunjukkan bahwa 27 juta masyarakat Indonesia yang menjadi anggota koperasi.

Padahal, di Amerika Serikat yang negara individualis dan kapitalis itu, sebanyak 125 juta masyarakatnya berkoperasi. Jadi menurut saya masyarakat di Indonesia harus ditingkatkan partisipasinya dalam berkoperasi.

Pak (Presiden) Prabowo tidak ingin koperasi itu identik dengan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). Beliau ingin koperasi itu bisa besar seperti di Amerika dan negara lainnya. Kita ingin ada 1-5 koperasi di Indonesia bisa besar.

Dengan memperbaiki ekosistem koperasi, dirinya berharap akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk bergabung dengan koperasi.

20250424223404_MFi2024041808.jpg

Koran Jakarta /M. Fachri

Mengapa partisipasi masyarakat rendah dalam berkoperasi?

Kepercayaan masyarakat terhadap koperasi akhir-akhir ini cenderung menurun akibat salah kelola oleh oknum pengurus koperasi. Untuk itu, KemenKop akan mengupayakan agar kepercayaan masyarakat dapat kembali meningkat.

Kita ingin membangun koperasi yang bisa dipercaya dan bisa membawa manfaat bagi anggotanya. Di banyak negara yang koperasi maju dan dikelola secara profesional hingga bisa menjadi kebanggaan.

Tantangan dan permasalahan perkoperasian di Indonesia cukup banyak dan pelik, apa yang akan Anda lakukan untuk mengatisinya?

Kami akan memetakan berbagai permasalahan yang saat ini masih ada untuk selanjutnya dicarikan solusi yang tepat. Untuk itu, berbagai catatan kebijakan yang telah dijalankan oleh Menteri Koperasi dan UKM sebelumnya akan dilanjutkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

4 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.