Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Curang Saat UTBK, Peserta Tidak Hanya Didiskualifikasi

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 22:24 WIB | Oleh:
Curang Saat UTBK, Peserta Tidak Hanya Didiskualifikasi Doc: Tangkapan layar Youtube SNPMB
Ket. Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok

JAKARTA - Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengatakan, jika ada peserta yang melakukan tindak kecurangan, maka akan ada sanksi tegas. Selain diskualifikasi, peserta juga tidak akan bisa mengikuti seluruh sistem penerimaan perguruan tinggi negeri.

"Ini perlu kami tegaskan. Karena ini harus dilakukan. Dan termasuk sanksi tegas apabila ada keterlebatan pihak internal yang kalau memang ada," ujar Eduart, dalam konferensi pers, Jumat (25/4).

Dia menyebut, sejauh ini, tingkat kecurangan UTBK masih berada di 0,0071 persen. Sejak tanggal 23 April ada 9 kasus kecurangan yang tercatat dan 24 April ada 5 kasus.

"Kami tidak akan menolerir yang sekecil itu. Karena dengan berbagai modus yang lebih canggih, apakah ini merupakan model atau motif yang bukan perseorangan dan sebagainya ini sedang kita investigasi," jelasnya.

Eduart memastikan tidak ada soal UTBK yang bocor. Pihaknya sudah menyiapkan set soal yang berbeda tiap sesi UTBK.

Dia mengungkapkan, pihaknya memang membuat soal yang sama dalam persentase tertentu. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga standarisasi soal dari masing-masing sesi UTBK dan memiliki pola penilaian berbeda sehingga tidak mungkin merugikan peserta.

"Kalau kita memiliki 23 sesi di pelaksanaan UTBK ini, maka kami menyiapkan lebih dari 23 set soal. Jadi tidak mungkin akan ada kebocoran soal," ucapnya.

Eduart menjelaskan, pihaknya juga sudah membangun sistem untuk mencegah kebocoran soal. Soal disimpan di tempat yang tidak terkoneksi internet sehingga dapat mencegah kebocoran soal.

"Kalau misalnya ada kecurangan yang sempat terlambat diatasi, misalnya ada yang memfoto, kemudian mengupload, dan sebagainya, itu bisa saja terjadi. Tetapi itu soal untuk ujian yang sedang berlangsung, itu pun tidak mungkin secara keseluruhan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.