Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur: Kawula Muda Kalteng Jangan Malu Jadi Petani, Kini Bertani Cukup Menjanjikan

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 15:20 WIB | Oleh:
Gubernur: Kawula Muda Kalteng Jangan Malu Jadi Petani, Kini Bertani Cukup Menjanjikan Doc: antara foto
Ket. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran

SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengajak masyarakat khususnya kawula muda untuk tidak malu menjadi petani. Pasalnya, bertani kini merupakan salah satu pekerjaan cukup menjanjikan.

“Pesan saya untuk masyarakat, khususnya yang muda-muda, jangan malu untuk bertani. Jangan setelah lulus kuliah hanya berorientasi menjadi pegawai negeri, karena sebenarnya petani juga cukup menjanjikan,” tegas Agustiar di Palangka Raya, Kamis (24/4).

Dia menyampaikan, dirinya baru saja mengunjungi Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur yang merupakan salah satu kawasan pertanian di daerah setempat.

Agustiar juga sempat berbincang dengan sejumlah petani dan mendengar langsung pengalaman dari para petani, yakni dengan bertani bisa menjadi sumber penghidupan menjanjikan dan menguntungkan.

“Contohnya, ada petani yang mampu menghasilkan dalam satu hektare lahan itu 5,5 ton beras dan kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp65 juta tergantung harga jualnya. Artinya bertani ini sangat menguntungkan, tidak kalah dengan pekerjaan lainnya,” ujarnya.

Ia pun berharap hal ini bisa menginspirasi masyarakat, khususnya kawula muda untuk ikut bertani. Karena bertani bukan hanya untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi Kalimantan Tengah merupakan satu di antara 14 provinsi yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai sentra produksi padi.

Agustiar menyebutkan, Kalimantan Tengah ditargetkan menanam padi seluas 45.000 hektare oleh pusat, sedangkan yang sudah dicapai sejauh ini adalah 23.000 hektare. Sedangkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sendiri memiliki target hingga 100.000 hektare.

“Dengan capaian kita sejauh ini, saya optimis target nasional itu bukan hal yang sulit. Kita sendiri memiliki target 100 ribu hektare untuk tahun ini,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.