Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bayi Sering Batuk? Ini Penyebabnya yang Harus Diwaspadai dan Cara Pengobatannya

📅 Jumat, 18 Apr 2025, 01:35 WIB | Oleh:
Bayi Sering Batuk? Ini Penyebabnya yang Harus Diwaspadai dan Cara Pengobatannya Doc: Freepik/EyeEm

JAKARTA - Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) pafikabupatenkaur.org aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab batuk pada bayi, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya. Batuk menjadi salah satu gangguan kesehatan yang mungkin sering dialami oleh bayi. 

Sebagai orang tua, Anda wajib mengetahui apa saja penyebab batuk bayi sehingga dapat memberikan perawatan yang tepat bagi si buah hati. Batuk pada bayi bisa disebabkan oleh kuman, hingga virus di saluran pernapasan.

PAFI adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Organisasi kesehatan ini berupaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui peran aktif para ahli farmasi

Apa saja faktor penyebab terjadinya batuk pada bayi?

Pada umumnya, bayi biasanya mengalami batuk yang diikuti dengan gejala lain seperti demam, hidung tersumbat, radang tenggorokan, serta kehilangan nafsu makan. Hal ini cukup berbahaya, karena bayi akan mengalami kesulitan untuk beristirahat terutama saat malam hari. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya batuk pada bayi yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya infeksi bakteri dan virus

Infeksi virus dan bakteri adalah penyebab batuk yang paling umum pada bayi. Pilek atau flu adalah contoh infeksi virus yang sering menyebabkan batuk berdahak. Batuk ini biasanya berlangsung beberapa hari hingga minggu dan dapat disertai dengan gejala lain seperti hidung tersumbat, demam ringan, dan kelelahan. 

2. Iritasi akibat lingkungan

Paparan polusi udara, asap rokok, atau bahan kimia dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan bayi, yang kemudian memicu batuk. Lingkungan yang kering atau terlalu dingin juga dapat memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk menjaga lingkungan yang sehat dan bebas dari polusi untuk mencegah iritasi pada saluran pernapasan bayi.

3. Alergi

Pada sebagian bayi, mengalami alergi terhadap serbuk sari, debu, atau zat lain dapat menyebabkan batuk pada bayi. Gejala lain seperti mata berair dan hidung tersumbat juga sering terjadi. Alergi dapat memicu reaksi inflamasi pada saluran pernapasan, yang kemudian menyebabkan batuk.

4. Asma atau batuk rejan

Kondisi seperti asma atau batuk rejan (pertussis) dapat menyebabkan batuk yang berat dan berkepanjangan pada bayi. Batuk rejan sering diikuti dengan suara napas yang berat dan bunyi khas "whoop" setelah batuk. Asma dapat menyebabkan batuk berulang, terutama pada malam hari atau saat aktivitas fisik.

5, Kondisi medis lainnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.