Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Ingin Kurangi Ketergantungan terhadap Mineral Kritis Tiongkok

📅 Kamis, 17 Apr 2025, 09:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Ingin Kurangi Ketergantungan terhadap Mineral Kritis Tiongkok Doc: ANTARA
Ket. Presiden AS Donald Trump

ISTANBUL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan Menteri Perdagangan untuk meluncurkan penyelidikan terhadap ketergantungan negara itu pada impor mineral kritis.

“Ketergantungan Amerika Serikat pada impor dan kerentanan rantai pasokan kita meningkatkan potensi risiko terhadap keamanan nasional, kesiapan pertahanan, stabilitas harga, serta kemakmuran dan ketahanan ekonomi,” bunyi perintah pada Selasa (15/4) waktu setempat tersebut.

Pada 20 Maret, Trump menandatangani perintah eksekutif yang akan mendorong investasi publik dan swasta serta membentuk mekanisme pembiayaan dan kredit untuk meningkatkan produksi energi dan mineral kritis negara tersebut.

Keputusan Trump itu dipandang sebagai langkah untuk mematahkan dominasi Tiongkok di sektor tersebut, seiring meningkatnya permintaan global atas mineral kritis.

AS sangat bergantung pada Tiongkok untuk elemen tanah jarang (rare earth elements/REE), yang merupakan bahan penting dalam pembuatan teknologi canggih, sistem pertahanan, dan produk energi terbarukan.

Tiongkok, yang memimpin produksi global REE, telah mengambil langkah untuk memperketat kontrol atas ekspor bahan strategis ini, yang sering kali dilakukan sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan AS.

Trump, selama masa jabatan presidennya yang pertama, memberlakukan tarif atas barang-barang Tiongkok pada Maret 2018, yang mendorong Tiongkok untuk merespons dengan membatasi ekspor REE. Pembatasan terbaru terjadi pada 4 April, hanya dua hari setelah tarif baru AS diumumkan.

Saat ini, Tiongkok menyumbang 69 persen dari produksi REE dunia dan memiliki 49 persen dari perkiraan 90 juta ton cadangan global, menurut data Survei Geologi AS pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.