Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Tarif Trump Guncang Obligasi AS, Indonesia Perlu Waspada Dampaknya

📅 Senin, 14 Apr 2025, 07:00 WIB | Oleh:
Kebijakan Tarif Trump Guncang Obligasi AS, Indonesia Perlu Waspada Dampaknya Doc: Pexels

JAKARTA – Gejolak yang terjadi di pasar obligasi Amerika Serikat (AS) akibat kebijakan tarif agresif Presiden Donald Trump diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Imbal hasil (yield) obligasi AS melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir, memicu gelombang kekhawatiran di kalangan investor global dan pelaku pasar keuangan di Tanah Air.

Laporan The New York Times, Minggu (13/4/2025), mencatat bahwa pasar mulai meragukan arah kebijakan fiskal dan ekonomi AS. Investor asing, termasuk dari Jepang dan China, disebut mulai mengurangi kepemilikan mereka atas surat utang pemerintah AS, yang selama ini dianggap sebagai aset paling aman. Ketidakpastian inilah yang mendorong kenaikan yield, sekaligus memicu tekanan terhadap pasar negara berkembang.

Indonesia, sebagai bagian dari ekonomi terbuka, sangat rentan terhadap dinamika tersebut. Lonjakan yield AS dapat mendorong arus modal keluar (capital outflow) dari pasar obligasi domestik ke instrumen berbasis dolar AS yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Hal ini berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, menaikkan beban utang luar negeri, serta mempersulit upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan.

Kondisi ini juga bisa berdampak langsung terhadap suku bunga domestik. Bank Indonesia kemungkinan harus merespons dengan kebijakan moneter yang lebih hati-hati, bahkan menaikkan suku bunga acuan bila tekanan terhadap rupiah terus meningkat. Di sisi lain, biaya pinjaman untuk sektor swasta pun bisa ikut naik, memperlambat ekspansi usaha dan pemulihan ekonomi nasional.

Pemerintah Indonesia perlu mengantisipasi risiko ini dengan memperkuat koordinasi fiskal dan moneter, menjaga kredibilitas kebijakan makroekonomi, serta memperluas basis investor domestik untuk memperkecil ketergantungan pada aliran dana asing. Di tengah ketidakpastian global yang makin tinggi, ketahanan ekonomi nasional akan sangat ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan respons kebijakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.