Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Banjarmasin Gencar Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Pemkot Banjarmasin Gencar Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Windiasti Kartika.

Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, gencar melakukan sosialisasi pengolahan sampah organik untuk menjadi kompos sebagai upaya penanggulangan darurat sampah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Windiasti Kartika di Banjarmasin, Jumat, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya berupaya menyebarkan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk penanganan sampah yang efektif dari sumbernya.

Salah satunya, ungkap dia, dengan memanfaatkan sampah organik diolah menjadi kompos atau pupuk, sehingga tidak dibuang ke tempat pembuangan sampah yang mengakibatkan makin parahnya penumpukan sampah di kota ini.

Sebagaimana diketahui, ujar Windi, Kota Banjarmasin harus menerima sanksi penutupan TPAS Basirih sejak 1 Februari 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, hingga sampah tidak tertanggulangi maksimal, akhirnya banyak sampah menumpuk di sudut-sudut kota.

Menurut dia, Banjarmasin menghasilkan rata-rata 600 ton sampah per hari, sementara kuota pembuangan ke TPA Regional Banjarbakula di Kota Banjarbaru hanya 105 ton.

"Bayangkan, sisanya 500 ton itu mau dibuang ke mana? Sampah sekarang menumpuk, berbau, dan berpotensi menyebarkan penyakit. Namun, hal ini harus jadi shock therapy, bukan alasan untuk menyerah," ucap Windi.

Oleh karena itu, kata dia, semua harus bersatu untuk menangani masalah darurat sampah ini, di antaranya semua melakukan pemilahan mandiri sejak di rumah, memilah sampah organik dan nonorganik.

"Sampah organik seperti dari sisa makanan, buah-buahan atau sayuran bisa kita buat menjadi kompos, jadi bisa meminimalisir pembuangan ke TPAS," ujarnya.

Windi pun mengaku mulai menerapkan cara ini di kantornya, hingga berlanjut ke masyarakat nantinya secara bertahap.

"Kalau ada yang belum tahu cara bikin kompos, ayo, nanti kita datangkan ahlinya atau kita sama-sama ke tempat pengolahan sampah, belajar langsung," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.