Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Metode Pengukuran RON BBM Gunakan Alat Oktis-2, Inilah Penjelasan Pakar ITB

📅 Kamis, 10 Apr 2025, 19:27 WIB | Oleh:
Metode Pengukuran RON BBM Gunakan Alat Oktis-2, Inilah Penjelasan Pakar ITB Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Pengendara mengisi BBM jenis pertamax di salah satu SPBU di kawasan Tanjung Barat, Jakarta, Rabu (1/1).

JAKARTA - Pakar Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Tri Yuswidjajanto Zaenuri menjelaskan metode pengukuran Research Octane Number (RON) pada BBM menggunakan alat Oktis-2.

Metode pengetesan dilakukan untuk 12 sampel bensin RON 90, 92, 95 dan 98. Dua alat ukur Oktis-2 disiapkan untuk perbandingan pengukuran.

Tri menjelaskan, dalam satu bahan bakar ada hasil RON sama tapi ada juga yang berbeda.

"Jadi secara prinsip alat Oktis-2 tidak terlalu stabil atau akurat,” kata Tri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Oktis-2 diatur berdasarkan acuan pengukuran Rusia atau Eropa (PYC). Karena standar Rusia dan Eropa menggunakan standar RON seperti di Indonesia.

Alat ini juga bisa diatur untuk standar Amerika (USA), namun standarnya AKI atau Anti Knocking Index.

AKI merupakan rata-rata dari penjumlahan MON (Motor Octane Number) dan RON. MON lebih rendah sekitar 6–12 poin dibanding RON, sehingga AKI lebih rendah 3–6 poin di bawah RON. Standar ini berbeda dengan Indonesia.

Lewat mencelupkan pipa ke dalam sampel bahan bakar otomatis alat membaca sifat dielektrik dari cairan bahan bakar.

Ada tiga kali pembacaan data pengukuran. Hasilnya semua angka yang dikorelasikan dengan RON adalah di atas angka klaim yang dibuat oleh produsennya.

Sebetulnya alat ini mengukur sifat dielektrik dari senyawa bahan bakar, hanya saja dikorelasikan dengan RON.

“Alat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya karena tidak ada pembakaran. Definisi RON adalah ketahanan bahan bakar untuk tidak terbakar dengan sendirinya di bawah tekanan dan temperatur yang tinggi (detonasi)," ujar Tri.

Untuk mengetahui RON dengan angka yang lebih tepat, menurut dia, BBM juga harus dites dengan CFR engine di 600 RPM.

Pengujian dilakukan sesuai standar metode American Society for Testing and Material (ASTM) D2699. Seluruh proses pengujian divalidasi dan alat yang digunakan selalu dikalibrasi.

Rangkaian pengukuran berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dan diuji langsung oleh operator yang memiliki sertifikat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.