Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lebih Produktif dan Efisien, Padi Jajar Legowo Jadi Kunci Pangan Berkelanjutan

📅 Minggu, 23 Mar 2025, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebih Produktif dan Efisien, Padi Jajar Legowo Jadi Kunci Pangan Berkelanjutan Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Padi Jajar Legowo yang dikembangkan Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi Muara Landbouw, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/3/2023).

JAKARTA - Inovasi dalam pertanian sangat penting karena dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian. 

Dengan inovasi, pertanian tidak hanya lebih produktif, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai inovasi padi Jajar Legowo merupakan solusi penting dalam memastikan ketahanan pangan Indonesia untuk menghadapi tantangan global dan perubahan iklim di sektor pertanian.

"Inovasi ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan beras nasional," kata Mentan di sela meninjau inovasi teknologi padi Jajar Legowo di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi Muara Landbouw, Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Mentan menuturkan, inovasi sistem tanam padi Jajar Legowo dapat meningkatkan produktivitas pertanian dengan memungkinkan petani untuk menanam padi hingga empat kali dalam setahun.

"Dengan sistem ini, kita bisa menanam minimal tiga kali setahun, bahkan bisa sampai empat kali, karena tanam langsung tanpa pembenihan. Artinya, kita hemat waktu sekitar dua minggu per siklus tanam,” ujar Mentan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dia menyampaikan salah satu teknologi unggulan yang sedang diuji coba di balai tersebut adalah sistem tanam direct seeding dengan metode Jajar Legowo, yang diyakini mampu mempercepat siklus tanam dan meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.

Direct seeding merupakan metode penanaman benih padi langsung ke tanah tanpa melalui proses pembibitan terlebih dahulu. Dalam metode ini, benih ditanam langsung di lahan yang telah disiapkan, yang dapat menghemat waktu dan tenaga dalam proses tanam.

Ia menjelaskan bahwa teknologi itu memberikan berbagai keuntungan bagi petani, mulai dari efisiensi waktu hingga peningkatan hasil panen.

“Walaupun hari libur, kami tetap turun untuk mengecek percobaan ini. Teknologi baru direct seeding ini bertujuan mengurangi biaya dan mempercepat tanam," ucapnya.

Baginya, jika petani dapat menanam padi tiga atau bahkan empat kali setahun, produksi padi bisa dipercepat hingga satu bulan. Hal itu juga akan mengurangi biaya produksi dan mempermudah petani melalui sistem mekanisasi.

Selain itu, dengan pertumbuhan tanaman yang optimal, hasil panen bisa mencapai minimal 8 ton per hektare, bahkan berpotensi mencapai 10, 11, atau 12 ton per hektare.

"Kalau pertumbuhan tanamannya sebagus ini, kita bisa mencapai minimal 8 ton per hektare, syukur-syukur bisa sampai 10, 11, atau 12 ton,” tambah Mentan.

Selain meningkatkan produktivitas, sistem Jajar Legowo juga memberikan keunggulan dalam pemanfaatan lahan secara maksimal, meningkatkan akses sinar matahari bagi tanaman, serta mendukung pertumbuhan padi yang lebih sehat dan kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.