Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR bentuk tiga tim cari korban banjir di Padangsidimpuan

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 03:15 WIB | Oleh:
Tim SAR bentuk tiga tim cari korban banjir di Padangsidimpuan Doc: ANTARA/HO-Basarnas Medan
Ket. Personel Basarnas Medan membawa kantong jenazah korban banjir yang melanda Kota Padangsidimpuan.

Medan -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan bersama pemangku kebijakan terkait membentuk tiga tim dalam operasi pencarian korban banjir yang melanda Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

"Sejak dilakukan pencarian hari pertama, kami telah membagi tiga tim untuk beberapa sektor pencarian yang melibatkan pemangku kebijakan terkait," ujar Kepala Kantor Basarnas Medan Hery Marantika di Medan, Rabu,

Dia mengatakan tim tersebut terdiri atas Search and Rescue Uni I hingga Search and Rescue Uni III yang melakukan berbagai tugas pencarian dengan peralatan yang dibutuhkan.

Search and Rescue Unit I melakukan pencarian menggunakan perahu karet dengan melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai yang dimulai dari lokasi sekitar rumah korban banjir, Search and Rescue Unit II melakukan pencarian menggunakan perahu landing craft rubber boat mulai dari lokasi sekitar rumah korban dengan fokus tumpukan-tumpukan sampah dan kayu yang tersangkut di sungai.

Search and Rescue Unit III melakukan pencarian dengan cara scouting darat di sekitar tepi sungai menuju hilir sungai dan juga dengan melakukan visualisasi menggunakan drone thermal milik Pos SAR Mandailing Natal.

Hery Marantika mengatakan sejak dilakukan operasi pencarian pascabanjir yang terjadi pada Jumat (14/03) di Kota Padangsidimpuan, tim gabungan telah menemukan satu korban yang terseret sekitar 6 kilometer dari rumah korban

Jasad Bangun Hutabarat (70) warga Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidempuan Tenggara, Kota Padangsidempuan ditemukan Selasa (18/3), pukul 13.30 WIB.

Dia menjelaskan peristiwa naas tersebut ketika korban bersama satu orang keluarganya terseret arus banjir saat keduanya tengah tertidur sehingga tidak sempat menyelamatkan diri dan dinyatakan hilang.

"Jasad korban ditemukan tersangkut di daratan tertimbun ranting-ranting dan rumput akibat sapuan banjir bandang dan longsor yang disebabkan luapan Sungai Batang ayumi. Satu korban lagi tengah dilakukan pencarian," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.