AS Serang Kelompok Houthi di Yaman, 18 Warga Sipil Tewas
📅 Minggu, 16 Mar 2025, 09:52 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
WEST PALM BEACH – Presiden Donald Trump mengatakan ia memerintahkan serangkaian serangan udara di wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman pada hari Sabtu (15/3).
Ia berjanji akan menggunakan "kekuatan mematikan yang sangat besar" hingga pemberontak Houthi yang didukung Iran menghentikan serangan mereka terhadap pengiriman barang di sepanjang koridor laut yang vital. Houthi mengatakan sedikitnya 18 warga sipil tewas.
"Para pejuang pemberani kita saat ini tengah melancarkan serangan udara terhadap pangkalan, pemimpin, dan sistem pertahanan rudal teroris untuk melindungi aset pengiriman, udara, dan laut Amerika, serta memulihkan Kebebasan Bernavigasi," kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Tidak ada kekuatan teroris yang akan menghentikan kapal-kapal komersial dan angkatan laut Amerika untuk berlayar bebas di Perairan Dunia," Katanya.
Ia juga memperingatkan Iran agar berhenti mendukung kelompok pemberontak itu, dan berjanji akan meminta negara itu "bertanggung jawab sepenuhnya" atas tindakan proksinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu terjadi dua minggu setelah pemimpin AS mengirim surat kepada para pemimpin Iran yang menawarkan jalan untuk memulai kembali perundingan bilateral antara kedua negara mengenai program nuklir Iran yang terus berkembang.
Trump mengatakan ia tidak akan mengizinkannya beroperasi.
Kelompok Houthi melaporkan terjadi ledakan di wilayah mereka pada Sabtu malam, di ibu kota Sanaa dan provinsi utara Saada, kubu pemberontak di perbatasan dengan Arab Saudi, dan lebih banyak serangan udara dilaporkan di wilayah tersebut Minggu pagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gambar-gambar yang beredar online menunjukkan gumpalan asap hitam di atas area kompleks bandara Sanaa, yang mencakup fasilitas militer yang luas.
Kelompok Houthi juga melaporkan serangan udara Minggu pagi di provinsi Hodeida, Bayda, dan Marib.
Setidaknya 18 orang tewas, termasuk 13 orang di Sanaa dan lima orang di Saada, menurut kementerian kesehatan yang dipimpin Houthi. Setidaknya 24 orang lainnya terluka, termasuk sembilan orang di Sanaa dan 15 orang di Saada, katanya.
Seorang pejabat AS mengatakan ini adalah awal dari serangan udara terhadap target-target Houthi yang diperkirakan akan terus berlanjut. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada pers.
Nasruddin Amer, wakil kepala kantor media Houthi, mengatakan serangan udara tidak akan menghalangi mereka dan mereka akan membalas terhadap AS.
"Sanaa akan tetap menjadi perisai dan dukungan Gaza dan tidak akan meninggalkannya apa pun tantangannya," tambahnya di media sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!