Russia Ajukan Daftar Tuntutan ke AS untuk Akhiri Perang di Ukraina
📅 Kamis, 13 Mar 2025, 12:12 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: AFP/Getty
WASHINGTON — Russia telah mengajukan daftar tuntutan kepada Amerika Serikat dalam upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina dan mengatur ulang hubungan dengan Washington, menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini.
Belum jelas isi daftar tuntutan Moskow atau apakah Russia bersedia melakukan perundingan damai dengan Kyiv sebelum persyaratan tersebut disetujui. Namun, dalam tiga minggu terakhir, pejabat Russia dan AS telah membahas tuntutan ini dalam pertemuan langsung maupun virtual.
Tuntutan Russia mencakup beberapa poin yang telah mereka ajukan sebelumnya kepada Ukraina, AS, dan NATO, termasuk:
- Ukraina tidak boleh bergabung dengan NATO
- Tidak ada pasukan asing di Ukraina
- Pengakuan internasional atas Krimea dan empat provinsi lainnya sebagai wilayah Rusia
- Pembatasan ekspansi NATO ke timur
Presiden AS Donald Trump menunggu respons dari Presiden Vladimir Putin terkait kemungkinan gencatan senjata selama 30 hari, yang dikatakan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai langkah awal menuju perundingan damai.
Namun, belum ada kepastian apakah Putin benar-benar berkomitmen terhadap gencatan senjata ini, sementara beberapa pejabat dan analis AS mencurigai bahwa Moskow hanya ingin menggunakan jeda perang untuk melemahkan persatuan AS, Ukraina, dan Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Kyiv, Zelensky menyambut baik pertemuan baru-baru ini antara pejabat AS dan Ukraina di Arab Saudi, menyebutnya sebagai langkah konstruktif.
Russia telah mengajukan tuntutan serupa selama dua dekade terakhir, bahkan dalam negosiasi dengan AS dan Eropa sebelum invasi pada 24 Februari 2022.
Pada perundingan yang dilakukan di Istanbul pada 2022, Russia meminta Ukraina untuk:
Sebaiknya Anda baca juga:
- Menyerahkan ambisi bergabung dengan NATO
- Memastikan status bebas nuklir secara permanen
- Memberikan hak veto kepada Russia atas bantuan militer asing ke Ukraina
Saat itu, AS menolak beberapa tuntutan Russia tetapi tetap mencoba mencegah invasi melalui diplomasi. Namun, upaya ini gagal dan Russia tetap melancarkan serangan.
Saat ini, Washington, Kyiv, dan Moskow disebut mempertimbangkan kembali perundingan Istanbul sebagai titik awal perjanjian damai.
Pemerintahan Trump sendiri belum memiliki pendekatan yang jelas terhadap negosiasi dengan Russia. Saat ini, terdapat dua pembicaraan terpisah:
1. Pemulihan hubungan AS-Russia
2. Kesepakatan damai antara Russia dan Ukraina
Namun, ada perbedaan pendapat dalam pemerintahan Trump mengenai pendekatan yang harus diambil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!