Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLH Sebut Keterlibatan Masyarakat dalam Bank Sampah Perlu Pendekatan Budaya

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 15:57 WIB | Oleh:
KLH Sebut Keterlibatan Masyarakat dalam Bank Sampah Perlu Pendekatan Budaya Doc: antara foto
Ket. Pengelolaan sampah.

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan peningkatan keterlibatan masyarakat menjadi penting dilakukan ketika ingin mengoperasikan bank sampah dan dapat didasari dengan pendekatan budaya.

Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Sampah, Bambang Suwerda, menyampaikan bahwa pengelolaan bank sampah memiliki kaitan erat dengan upaya pemberdayaan sampah untuk mengurangi timbulan sampah.

"Ketika kita ingin mengajak masyarakat harus pahami budayanya. Ketika kita harus mengelola dan mengajak mendirikan bank sampah kita harus nyebur langsung ke masyarakat,” jelasnya dalam diskusi daring terkait bank sampah yang diikuti dari Jakarta pada Kamis (13/3).

Dia menyebut hal itu dapat dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat agar tidak berhenti hanya menerima informasi. Pendekatan dan pelibatan dibutuhkan agar masyarakat bisa sampai ke titik mulai mendapatkan wewenang atas kontrol dan sumber daya serta keputusan.

Langkah itu perlu dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan operasi bank sampah di Indonesia, dengan menurut data KLH saat ini sudah terdapat 17 ribu unit bank sampah yang tidak semuanya aktif berkegiatan.

"Prinsip pengelolaan sampah secara berkelanjutan adalah pemilahan. Itu unit edukasi yang paling utama dan bank sampah menjadi media untuk pemilahan sampah," tuturnya.

Bank sampah, katanya, adalah sistem yang diciptakan dengan tugas utama untuk mempersiapkan generasi yang sadar pentingnya pengelolaan sampah. Bukan hanya menyasar tujuan ekonomi.

"Nilai ekonomi adalah benefit yang berikutnya setelah ada edukasi," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Reza Andreanto selaku General Manager Indonesia Packaging Recovery Organisation (IPRO), organisasi nirlaba yang fokus pada pengumpulan kemasan setelah konsumsi untuk daur ulang, mengatakan sosialisasi dari bank sampah diperlukan untuk mendorong dasar dari upaya pengurangan dan pengelolaan sampah yaitu pemilahan dari rumah.

Di saat yang sama bank sampah menjadi salah satu mitra pengelola dan penyedia sarana prasarana untuk mengumpulkan bahan baku daur ulang yang dibutuhkan industri.

"Yang tidak dimiliki oleh pelapak, pengepul, yang dimiliki oleh bank sampah induk itu adalah nilai pendampingannya termasuk edukasi, sosialisasi, kemitraan, pengembangan bersama dari sektor sosial dan lingkungannya," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.