Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Sulawesi Tenggara Masuki Musim Kemarau Secara Bertahap Juni–Agustus 2026

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 13:10 WIB | Oleh:
BMKG: Sulawesi Tenggara Masuki Musim Kemarau Secara Bertahap Juni–Agustus 2026 Doc: Antara Foto
Ket. Ilustrasi - Petani mengamati tanaman padi berumur sekitar dua bulan yang mengalami kekeringan akibat kemarau di desa Pekan Biluy, Kecamatan Darul Kamal, kabupaten Aceh Besar, Aceh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim kemarau di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dimulai secara bertahap pada periode Juni hingga Agustus 2026.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Sultra Nur Wiryanti Sih Antomo saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa penetapan awal musim kemarau merujuk pada jumlah curah hujan yang kurang dari 50 milimeter dalam satu dasarian (10 hari) dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.

"Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim kemarau di Sultra menunjukkan variasi waktu di setiap daerah," kata Nur Wiryanti.

Ia memaparkan, wilayah Kabupaten Bombana dan Buton Tengah diprediksi memasuki musim kemarau lebih awal yakni pada dasarian pertama Juni, yang kemudian disusul pada dasarian kedua Juni di wilayah Kolaka, Kolaka Timur, serta Wakatobi.

Memasuki dasarian ketiga Juni, wilayah yang menyusul antara lain Kota Baubau, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Konawe, Konawe Selatan, Muna, dan Muna Barat.

"Pada Juli dasarian pertama, jangkauan kemarau meluas ke Kolaka Utara. Sementara Kota Kendari, Konawe Kepulauan, dan Konawe Utara diprediksi baru memasuki awal kemarau pada dasarian kedua Juli," ujarnya.

Sedangkan beberapa wilayah di Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, dan Konawe Utara lainnya diprakirakan baru memasuki awal musim kemarau pada dasarian pertama Agustus.

Nur Wiryanti mengungkapkan bahwa meski musim kemarau merupakan fenomena tahunan, karakteristiknya dapat berubah tergantung pada pengaruh dinamika iklim global seperti La Nina atau El Nino.

Berdasarkan data BMKG bersama pusat iklim dunia, terdapat peluang sekitar 50-80 persen fenomena ENSO menuju kondisi El Nino lemah hingga moderat pada periode Mei hingga Juli 2026.

"Kondisi kemarau dapat menjadi lebih kering saat terjadi El Nino atau ketika suhu laut relatif lebih dingin," jelas Nur Wiryanti.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Sulawesi Tenggara akan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.

"Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca yang lebih kering selama periode tersebut," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perbaikan Subsidi harus Bersamaan dengan Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini, saya sangat sepakat dengan ...
  • Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter
    Preview komentar:
    Program diskon kemerdekaan yang diluncurkan oleh Pertamina ini ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...

Pagelaran Sabang Merauke

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pagelaran Sabang Merauke
Daerah
Kasus ISPA dampak kabut asa...
Luar Negeri
Kanada Terus Berunding deng...
Nasional
Pengungkapan penyelundupan ...
Luar Negeri
Patuhi AS, UEA Kini Didesak...
Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.