Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Junta Militer Min Aung Hlaing Dicalonkan Jadi Presiden Myanmar

📅 Senin, 30 Mar 2026, 13:30 WIB | Oleh:
Kepala Junta Militer Min Aung Hlaing Dicalonkan Jadi Presiden Myanmar Doc: BBC/AFP
Ket. Min Aung Hlaing telah dikenai sanksi oleh banyak negara Barat karena memimpin kudeta militer lima tahun lalu.

NAYPYDAW - Kepala militer Myanmar, Min Aung Hlaing, telah dinominasikan untuk jabatan presiden saat parlemen bersidang pada hari Senin (30/3).

Menurut laporan BBC, Min Aung Hlaing dipastikan akan terpilih, karena ia dinominasikan di parlemen bersama dua loyalis yang sangat tidak mungkin menjadi kandidat presiden.

Ia telah dikenai sanksi oleh banyak negara Barat karena memimpin kudeta militer lima tahun lalu.

Dalam perang saudara yang terjadi kemudian, ribuan orang tewas dan jutaan orang mengungsi. Sebagian besar wilayah negara tetap berada di bawah kendali kelompok oposisi bersenjata.

Pemilihan umum, yang diadakan antara Desember dan Januari, digadang-gadang menjadi jalan menuju perdamaian.

Namun, pemungutan suara tersebut secara luas dipandang sebagai tipu daya, banyak partai populer dilarang untuk maju dan sebagian besar wilayah negara tidak diizinkan untuk berpartisipasi karena perang saudara.

Rezim telah menolak kritik ini, dengan tetap menyatakan bahwa pemungutan suara tersebut bebas dan adil.

Namun, sekitar 90% anggota parlemen baru Myanmar tetap setia kepada Min Aung Hlaing, baik sebagai perwira yang bertugas di angkatan bersenjata—yang dijamin mendapatkan seperempat kursi—atau sebagai kandidat terpilih dari partai militer sendiri.

Mereka berencana menghabiskan sebagian besar minggu ini untuk membahas pilihan presiden berikutnya, tetapi sekarang sudah pasti bahwa pemimpin kudeta akan mendapatkan jabatan tersebut.

Min Aung Hlaing diketahui telah lama menginginkan jabatan presiden.

Namun ada konsekuensinya: konstitusi menyatakan bahwa Min Aung Hlaing harus melepaskan komando angkatan bersenjata jika ia menjadi presiden.

Hal itu membawa risiko. Diketahui ada komandan senior yang tidak senang dengan kepemimpinannya.

Ia telah memilih seorang loyalis setia, Jenderal Ye Win Oo, untuk menggantikannya, yang memiliki reputasi perlakuan brutal terhadap para pembangkang.

Namun, risiko tetap ada, begitu Min Aung Hlaing tidak lagi mengendalikan militer, ia akan kehilangan sebagian kekuasaannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.