Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Audiensi dengan Penulis Perempuan, Ibas: Menulis dan Membaca Pertajam Pikiran serta Menjawab Kebodohan

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 13:10 WIB | Oleh:
Audiensi dengan Penulis Perempuan, Ibas: Menulis dan Membaca Pertajam Pikiran serta Menjawab Kebodohan Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam Audiensi penulis muda perempuan Indonesia dengan topik “Ibu Punya Mimpi, Perempuan Berkisah: Penulis Indonesia Mendunia Tak Berbatas” di Gedung MPR RI, Rabu (12/3).

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa menulis dan membaca adalah cara mempertajam pikiran, jalan mewujudkan impian, memajukan peradaban, dan menjawab kebodohan. Oleh karena itu, Ibas menegaskan bahwa penulis-penulis Indonesia, khususnya penulis muda, harus tetap eksis, mendunia tak berbatas.

Hal tersebut disampaikan Ibas dalam Audiensi penulis muda perempuan Indonesia dengan topik “Ibu Punya Mimpi, Perempuan Berkisah: Penulis Indonesia Mendunia Tak Berbatas” di Gedung MPR RI, Rabu (12/3).

“Membaca dan menulis adalah salah satu cara kita untuk mempertajam pikiran. Dengan membaca dan menulis kita dapat terus bekerja dan berkarya. Setiap buku yang kita baca adalah jendela kehidupan. Setiap kata yang kita tulis membentuk ide-ide dan gagasan,” ujarnya mengawali sambutan.

Tak hanya itu, menurut Ibas menulis dan membaca adalah jalan menciptakan perubahan dan mewujudkan impian. “Menulis dan membaca menambah pengetahuan dan menulis apa yang ada di dalam hati, di situlah kekuatan kita untuk menciptakan perubahan dan mewujudkan impian.”

“Membaca dan menulis juga menjawab tentang kebodohan. Menjadi terdepan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai cita-cita pendiri bangsa. Dan pada saatnya menjadi pejuang masa kini untuk mengurangi kemiskinan serta pengangguran,” lanjutnya.

Ibas kemudian memberikan apresiasi kepada seluruh penulis muda hebat yang telah hadir, telah berkarya, memberikan hasil nyata untuk kehidupan ini. Tidak hanya menuliskan dalam kata tapi juga menjadi perempuan yang memperjuangkan literasi menjadi lebih baik dalam kehidupan Indonesia.

Lebih lanjut, Edhie Baskoro Ketua FPD DPR RI ini menyampaikan bahwa sebagai sebuah bangsa, Indonesia memiliki kekayaan sastra yang luar biasa. “Dari waktu ke waktu, penulis Indonesia, baik pria maupun wanita, telah menunjukkan bahwa kata-kata dapat mengubah dunia.”

“Sebut saja R.A. Kartini ‘Habis Gelap, Terbitlah Terang’ hingga hari ini hampir semua sastrawan penulis di Indonesia pasti paham dan tahu, sosokyang menginspirasi kita terkait emansipasi perempuan, tapi lebih lanjut tentang bagaimana seorang memperjuangkan kehidupan, pendidikan yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

“Kita juga tahu, ada Sarimin Ismail, di 1933, novelis perempuan pertama di Indonesia, yang menciptakan karya-karya menginspirasi hingga hari ini, dengan judul ‘Kalau Tak Untung’ ketika itu,” tambahnya.

Di era modern ini, menurut Ibas Indonesia juga memiliki banyak penulis hebat, seperti Ayu Utami dan Dee (Dewi) Lestari.

Sehingga Ibas menegaskan bahwa penulis sangatlah penting. “Bukan hanya sekedar ketrampilan untuk mencari uang semata tetapi juga bisa membentuk peradaban. Lewat menulis kita bisa menyampaikan gagasan. Lewat menulis kita bisa merekam sejarah. dan Lewat menulis kita bisa menawarkan solusi”.

Karya tulis yang dimaksud Ibas di sini adalah berupa apa saja, mulai dari buku romansa, cerpen jenaka, esai akademia, hingga opini kritis, dan lainnya.

“Penulis memiliki kapasitas dalam dalam membentuk jiwa generasi dan mengarahkan semangat zaman bangsa. Menulis juga membangun peradaban. Peradaban yang lebih maju dan karya tulis itu bisa live forever,” katanya.

Dalam penutupnya Ibas mengutip sebuah kalimat dari novelis Andrea Hirata dan Pramoedya Ananta Toer. “Andrea Hirata berkata: ‘bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi’, saya pikir kalian adalah penulis, kalian tidak sedang bermimpi, tapi kalian hidup dalam membuat mimpi-mimpi itu.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.