Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PERNEFRI Sebut Jarang Minum Air Putih Dapat Timbulkan Penyakit Ginjal.

📅 Rabu, 12 Mar 2025, 23:22 WIB | Oleh:
PERNEFRI Sebut Jarang Minum Air Putih Dapat Timbulkan Penyakit Ginjal. Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr.Pringgodigdo Nugroho mengatakan tidak membiasakan minum air putih dalam jangka waktu lama berisiko menyebabkan penyakit ginjal.

Jakarta, 12/3 (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr.Pringgodigdo Nugroho mengatakan tidak membiasakan minum air putih dalam jangka waktu lama berisiko menyebabkan penyakit ginjal.

"Bisa (sebabkan penyakit ginjal) tapi bukan secara langsung karena secara jangka panjang biasanya karena kekurangan cairan yang kronik," kata Pringgodigdo saat ditemui pada jumpa pers World Kidney Day 2025 di Jakarta pada Rabu.

Pringgodigdo menjelaskan, kekurangan cairan yang parah bisa mengganggu fungsi ginjal secara bertahap. Adapun penyakit ginjal yang berkaitan dengan kekurangan cairan tubuh antara lain infeksi yang menyebabkan peradangan dan batu ginjal.

"Biasanya bertahap gejalanya dan melalui penyakit yang lain misalnya jadi risiko infeksi berulang karena kekurangan cairan, salurannya berisiko infeksi. Kemudian ada batu ginjal karena kekurangan cairan jadi zat-zat pembentuk batu tinggi sehingga terjadi batu ginjal itu melalui hal tersebut," ujar dia.

Pringgodigdo juga menyoroti penyakit ginjal yang dialami generasi muda tidak hanya dipengaruhi oleh gaya hidup, tetapi juga disebabkan oleh faktor yang berkaitan dengan imun.

Dia menjelaskan, Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah kondisi di mana terjadi penurunan fungsi ginjal secara progresif dan perlahan. Ginjal manusia memiliki jutaan unit penyaring yang disebut nefron dan ketika sebagian nefron mengalami kerusakan, fungsinya akan digantikan oleh nefron yang masih sehat.

Namun, jika kerusakan terus berlanjut, seluruh nefron dapat mengalami gangguan, yang pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal. Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan PGK adalah sifatnya yang sering tidak terdeteksi hingga fungsi ginjal tinggal 10 persen dari kapasitas normalnya.

Penyakit ini bersifat irreversible atau tidak dapat pulih sepenuhnya, tetapi bisa diperlambat perkembangannya jika dideteksi lebih awal.

"Oleh karena itu semakin dini sebenarnya semakin baik sehingga menjadi kesempatan kita untuk menghambat penyakit ginjal ini menjadi gagal ginjal. Untuk itu diperlukan pemeriksaan, yaitu pemeriksaan darah dan urine, supaya tidak berlanjut menjadi gagal ginjal," ujar Pringgodigdo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.