Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemdiktisaintek Pastikan Pencairan Tukin Dosen 2025

📅 Rabu, 12 Mar 2025, 15:27 WIB | Oleh:
Kemdiktisaintek Pastikan Pencairan Tukin Dosen 2025 Doc: Istimewa
Ket. Mendiktisaintek, Brian Yuliarto mengatakan, saat menerima Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek (Adaksi), di Jakarta, Selasa (11/3).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan Tunjangan Kinerja (Tukin) 2025 bagi dosen. Mendiktisaintek, Brian Yuliarto mengatakan, pencairan telah mendapatkan kepastian untuk dicairkan, dengan persetujuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

"Jadi yang 2025 ini akan kita proses, nanti yang lain-lainnya ke depan itu juga seperti apa, nanti tentu kita inikan dulu, tapi saya fokus dulu ke yang 2025 ya," ujar Biran, usai menerima Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek (Adaksi), di Jakarta, Selasa (11/3).

Dia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk pencairan Tukin dosen tahun 2025. Menurutnya, keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi lintas kementerian.

"Kami memahami betapa pentingnya Tukin bagi dosen sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan," jelasnya.

Brian juga menyampaikan rasa terima kasih kepada teman-teman Adaksi yang telah memberikan banyak masukan terkait pengelolaan perguruan tinggi. Menurutnya, kepastian pencairan Tukin ini  diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi dosen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian.

Dia menambahkan, dengan kepastian ini, diharapkan para dosen dapat terus berkontribusi dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendengarkan masukan dari para dosen dan pimpinan perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

"Kami berharap setelah ABT dibuka, proses pencairan ini dapat segera dilakukan. Tentu saja, kami perlu melakukan sinkronisasi dengan beberapa kementerian terkait untuk urusan birokrasi. Namun, yang pasti, pencairan untuk tahun 2025 sudah ditetapkan," katanya.

Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya pertemuan rutin untuk mendengarkan masukan dari dosen dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut penting untuk perbaikan ke depannya.

"Ke depan, kami berharap dapat bertemu secara rutin. Masukan dari dosen dan ASN sangat berharga bagi kami untuk melakukan perbaikan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.