Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Gelar Rakornas Dorong Ekonomi Kerakyatan Bisa Naik Kelas

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 15:41 WIB | Oleh:
Kadin Gelar Rakornas Dorong Ekonomi Kerakyatan Bisa Naik Kelas Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani dalam Rakornas Kadin Indonesia 2026, di Jakarta, Kamis (1/10).

Jakarta, 01/10 (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar rapat koordinasi nasional bidang pembangunan manusia, kebudayaan, dan pembangunan berkelanjutan 2026, untuk mendorong ekonomi kerakyatan yang produktif dan naik kelas.

"Hari ini kami melaksanakan rakornas bidang pembangunan manusia, kebudayaan, dan pembangunan berkelanjutan, bagaimana fokusnya di ekonomi kerakyatan ini bisa naik kelas," kata Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani di Jakarta, Kamis.

Dalam rakornas tersebut, Kadin memetakan talenta dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang tersedia di masa depan.

Kemudian juga disinggung mengenai hilirisasi dan ekonomi hijau.

Rakornas juga membahas mengenai pentingnya pendidikan dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kita harus mulai dari pendidikan dasar, pendidikan tinggi, kemudian riset dan teknologi. Kemudian kita masuk ke pelatihan, jenis-jenis pelatihan apakah itu vokasi, magang, dan lain-lain," kata Shinta Widjaja Kamdani.

Selain itu, juga dibahas mengenai kesehatan sebagai investasi strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

"Bagaimana kita juga bisa memperhatikan dari segi industri kesehatan, karena kesehatan ini adalah juga bagian yang sangat penting. Kita baru mengeluarkan white paper mengenai investasi kesehatan, serta juga memperhatikan sumber daya dan teknologi yang dibutuhkan untuk kesehatan," kata Shinta Widjaja Kamdani.

Industri berkelanjutan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi sorotan dalam rakornas tersebut.

Secara garis besar, tujuan rakornas tersebut untuk turut membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen di 2029 dan Indonesia Emas 2045.

"Target pertumbuhan 8 persen itu yang selalu menjadi catatan untuk bisa itu dicapai. Oleh karena kita perlu memperhatikan juga dari aspek pengembangan sumber daya manusia dan teknologinya," kata Shinta Widjaja Kamdani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Ekonomi
Harga Pangan-Transportasi D...
Luar Negeri
Tantangan Berat Menanti War...
Nasional
Prabowo Lantik Sarmuji jadi...
Advertisement
Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.