Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Musim Hujan di Banten Mulai November

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 15:25 WIB | Oleh:
BMKG: Musim Hujan di Banten Mulai November Doc: pemprov.banten

TANGERANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di Banten mulai November 2026. Sementara itu, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari, Februari dan Maret 2027.

"Sebagian besar wilayah Provinsi Banten diprediksi mulai memasuki awal musim hujan pada November 2026. Sebagian lain musim hujan mulai Desember," ujar Kepala BMKG Wilayah Ciputat, Hartanto, Rabu (30/9).

Dengan demikian tidak semua wilayah di Banten akan hujan mulai November. Wilayah yang memasuki musim hujan bulan Desember 2026 adalah sebagai berikut:

- Wilayah yang mulai hujan Desember I adalah Kota Serang bagian selatan dan Kabupaten Serang bagian tengah,

- Wilayah hujan Desember II adalah Kabupaten Lebak bagian selatan,

- Wilayah Desember III: Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Kota Serang bagian utara, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang bagian utara.

Sementara itu, untuk sifat musim hujan di Provinsi Banten 92,3 persen diprediksi berada pada sifat hujan kategori normal.

Hanya satu zona musim yang berada di bawah normal yaitu Pandeglang timur, Kabupaten Serang tengah, dan Lebak barat laut. Curah hujan dibawah normal artinya berada dibawah 85% dari rata-rata curah hujan normal.

Sementara itu, puncak musim hujan di Banten tersebar dari Januari hingga Maret 2027. Rata-rata puncak hujan terjadi pada Februari dan Maret.

"Puncak musim hujan di Provinsi Banten diprediksi terjadi pada Januari 3 zom (zona musim). Februari 5 zom, Maret 5 zom," kata Hartanto.

Durasi musim hujan diprediksi bervariasi 7 hingga 9 dasarian di wilayah utara hingga 19 hingga 21 dasarian di wilayah selatan. Dasarian adalah durasi waktu sepuluh hari berturut-turut yang digunakan untuk menganalisis cuaca.

Dari prakiraan cuaca itu BMKG memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi perubahan musim. Rekomendasi itu termasuk soal pangan, kesehatan, dan kebencanaan.

Dalam masalah pangan, BMKG meminta penyesuaian jadwal tanam, varietas tanaman dan pengendalian hama. Untuk kesehatan, rekomendasi BMKG mulai dari pemberantasan sarang nyamuk hingga layanan kesehatan pada musim hujan.

BMKG juga merekomendasikan miigasi bencana di musim hujan. "Potensi banjir dan longsor melalui pemantauan informasi cuaca dan sistem peringatan dini, serta kesiapan evakuasi masyarakat," kata Hartanto. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.