Tantangan Berat Menanti Warga Suriah yang Kembali dari Pengungsian
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 16:02 WIB | Oleh: Deri HenriawanJENEWA - Arus warga Suriah yang terusir akibat kekerasan dari rumah mereka dan mengungsi ke kamp-kamp pengungsian telah kembali dan menciptakan sejumlah tantangan baru, menurut badan kemanusiaan PBB pada Rabu (30/9).
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) mengatakan hampir 39.000 orang telah meninggalkan lokasi pengungsian pada Juli dan Agustus 2026.
"Kepulangan ini merupakan pertanda positif, tetapi kebutuhan semakin bergeser dari kamp-kamp ke komunitas tempat warga kembali, dengan rumah-rumah yang rusak, layanan dasar yang terbatas, serta kurangnya lapangan kerja mempersulit keluarga untuk membangun kembali kehidupan mereka," kata UN OCHA.
Kantor tersebut mengatakan bahwa PBB, bekerja sama dengan para mitra, membantu memulihkan layanan penting di komunitas-komunitas tersebut, termasuk jaringan air dan listrik, rumah sakit, sekolah, toko roti, jalan, dan rumah.
UN OCHA menyebut Aleppo dan Idlib sebagai contoh, di mana lebih dari 120.000 orang memiliki akses yang lebih baik terhadap roti, dengan fasilitas tambahan yang diperkirakan akan memberikan manfaat bagi 320.000 orang lainnya.
Bantuan kemanusiaan juga terus berlanjut di seluruh negara tersebut.
Kantor tersebut menyebutkan bahwa antara Januari dan Juli 2026, rata-rata 2,5 juta orang per bulan menerima bantuan, termasuk makanan, pelayanan kesehatan, tempat tinggal, air bersih, dan pendidikan, sementara sekitar 120 juta dollar AS dalam bentuk uang tunai dan voucer diberikan kepada keluarga.
Namun, UN OCHA mengatakan bahwa lebih dari 15 juta orang masih membutuhkan bantuan kemanusiaan di Suriah, dan rencana respons kemanusiaan senilai 2,9 miliar dollar AS baru mendapatkan pendanaan kurang dari sepertiganya.
"Pendanaan yang berkelanjutan dan fleksibel sangat penting baik untuk menjaga agar bantuan penyelamat jiwa tetap berjalan maupun untuk membantu orang-orang yang kembali ke rumah mereka membangun kembali kehidupan mereka," kata kantor tersebut. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!