Kemensos: Pemerintah akan Perluas Registrasi Bansos
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 15:32 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memperluas registrasi ulang penerima bantuan sosial melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar untuk memperbarui data dan mendukung penyaluran bantuan sosial mulai awal 2027.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan Perlinsos Digital membuka akses pendaftaran seluas-luasnya bagi masyarakat. Sistem akan memverifikasi data dan menilai kelayakan calon penerima berdasarkan persyaratan yang berlaku.
“Pintu pendaftaran terbuka bagi siapapun, sistem yang menilai kelayakan. Perlinsos Digital adalah game changer,” kata Gus Ipul dalam Rapat Tingkat Menteri Perluasan Perlinsos dan Rencana Implementasi Tahun 2027 di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).
Gus Ipul menjelaskan, program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni registrasi ulang penerima bansos, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta penyederhanaan proses melalui teknologi. Hingga kini, lebih dari 5,6 juta keluarga telah mendaftar dengan dukungan lebih dari 289 ribu agen Perlinsos.
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga atau sekitar 50 persen penduduk terdaftar dalam program tersebut. Namun, perluasan registrasi menghadapi tantangan karena sebagian masyarakat masih memiliki keterbatasan akses dan kemampuan menggunakan teknologi digital.
“Keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi alasan mereka tidak terdata,” ucap Gus Ipul.
Untuk menjangkau kelompok rentan, Kemensos mendorong Gerakan Nasional Peduli Tetangga melalui perluasan agen Perlinsos. Gerakan ini melibatkan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membantu warga melakukan registrasi, terutama lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di daerah terpencil.
“Kami di bawah arahan Pak Luhut, membuat satu Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Dimulai dari yang dekat. Yang dekat tidak boleh terlewat,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul memperkirakan dibutuhkan sekitar 2,4 juta agen apabila setiap agen membantu mendaftarkan rata-rata 30 keluarga. Jumlah tersebut hampir sepuluh kali lipat dibandingkan jumlah agen yang tersedia saat ini.
“Jadi kuncinya satu, perluasan agen Perlinsos,” ujar dia.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pendaftaran. Pemerintah menargetkan registrasi dapat menjangkau 500 ribu keluarga setiap hari.
“Target kita 48 juta keluarga harus terdaftar. Ini menjangkau 50 persen populasi nasional. Jadi, (target) kita sekarang pengen dapat 500 ribu keluarga per hari (terdaftar),” ucap Luhut.
Luhut mengajak seluruh elemen masyarakat bekerja sama menyukseskan Perlinsos Digital. Ia menilai gotong royong menjadi bagian penting untuk memperluas pendataan dan mendukung pelaksanaan program pemerintah.
Perlinsos Digital disiapkan untuk registrasi calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) pada 2027. Masyarakat dapat mendaftar melalui situs perlinsos.kemensos.go.id dengan menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor meter listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta mengikuti proses verifikasi wajah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!