Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Pangan-Transportasi Dorong Inflasi Makin Panas

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 16:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Pangan-Transportasi Dorong Inflasi Makin Panas Doc: ANTARA FOTO/ Lucky R
Ket. Tarif transportasi menjadi faktor utama pemicu inflasi pada Agustus lalu.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi tahunan sebesar 3,28 persen (year-on-year/yoy) pada September 2026 utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau; transportasi; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahun ini utamanya didorong oleh tiga kelompok,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam Rilis BPS di Jakarta, Kamis (1/10).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 4,37 persen dan memberikan andil 1,28 persen terhadap inflasi tahunan.

Sejumlah komoditas menjadi pendorong utama pada kelompok tersebut, antara lain ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), serta daging sapi.

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 4,84 persen dengan andil 0,58 persen. Kenaikan pada kelompok ini terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, biaya pemeliharaan atau servis, serta mobil.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi paling tinggi di antara ketiga kelompok tersebut, yakni sebesar 7,77 persen, dengan andil 0,53 persen. Inflasi pada kelompok ini terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan.

Jika dilihat berdasarkan komponennya, seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan pada September 2026.

Komponen inti mengalami inflasi (core inflation) sebesar 2,84 persen dengan andil 1,82 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop atau notebook, serta pelumas atau oli mesin.

Komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) mencatat inflasi sebesar 3,25 persen dengan andil 0,63 persen. Kenaikan terutama berasal dari bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), serta bahan bakar rumah tangga.

Adapun komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi tahunan sebesar 5,03 persen dengan andil 0,83 persen. Tekanan inflasi pada komponen ini terutama berasal dari daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan daging sapi.

Dari sisi wilayah, seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan pada September 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 7,59 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Sumatera Selatan sebesar 2,55 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.