Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Menyarankan Masyarakat untuk Mengecek Tabel Nilai Gizi sebelum Mengonsumsi Pangan

📅 Selasa, 04 Mar 2025, 21:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPOM Menyarankan Masyarakat untuk Mengecek Tabel Nilai Gizi sebelum Mengonsumsi Pangan Doc: ANTARA
Ket. Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Dwiana Andayani, menjelaskan pentingnya membaca tabel informasi nilai gizi pada kemasan produk dalam temu media di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

JAKARTA– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyarankan masyarakat untuk mulai rajin mengecek tabel Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan sebelum mengonsumsi pangan olahan.

"Kalau dulu kita masih menangani penyakit infeksi seperti tuberkulosis (Tb), sekarang bergeser ke penyakit akibat gaya hidup, seperti stroke, penyakit kardiovaskular, kejadian penyakit jantung di usia muda lebih tinggi," kata Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Dwiana Andayani, dalam temu media di Jakarta, Selasa (4/3).

Dwiana mengatakan penyakit lain yang kini menjadi sorotan adalah obesitas karena berisiko menyebabkan komplikasi penyakit seperti stroke dan diabetes.

Obesitas di Indonesia cenderung terjadi karena adanya konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih, kurang konsumsi buah dan sayur berlebih serta kurangnya aktivitas fisik sehari-hari.

Mengutip data Survei Kesehatan Indonesia 2023, 47,5 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali per hari, 30,4 persen lainnya gemar mengonsumsi makanan asin lebih dari satu kali per hari, sedangkan 96,7 persen kurang mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya akan vitamin dan mineral.

Dwiana melanjutkan penyebab lain yang membuat seseorang mudah terkena obesitas adalah kurangnya informasi yang didapat ketika membeli atau mengonsumsi suatu produk tertentu.

Dia menyayangkan hal tersebut karena seharusnya, masyarakat bisa lebih teliti dan cermat membaca tabel Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan produk.

"Padahal tabel ING dapat kita gunakan untuk membandingkan dan memilih makanan atau minuman berdasarkan kandungan gizinya," ujar Dwiana.

Oleh karena itu, Dwiana mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan mengonsumsi makanan dengan rajin membaca tabel ING agar tidak terkena diabetes. Caranya yaitu dengan memperhatikan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan.

Menurutnya, satu kemasan pangan dapat memiliki lebih dari satu takaran saji atau dapat dikonsumsi lebih dari satu kali waktu makan.

"Satu kemasan keripik kentang misalnya itu dapat dikonsumsi dalam dua waktu konsumsi atau dikonsumsi oleh dua orang dalam waktu yang sama," katanya.

Langkah selanjutnya yaitu dengan mencermati keterangan kandungan gizi dan mencermati jumlah energinya. Akan lebih baik jika masyarakat memilih makanan atau minuman dengan kandungan energi yang sesuai dengan kebutuhan.

Pilih pula zat gizi sesuai kebutuhan dengan mencermati kandungan zat tersebut, seperti garam, gula, dan lemak.

"Pilih produk dengan kandungan gula, garam dan lemak yang lebih rendah, pertimbangkan GGL dari sumber pangan yang lain," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.