Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kanada Terus Berunding dengan AS Guna Bendung Tarif Dagang

27 Sabtu, 22 Agu 2026, 15:07 WIB | Oleh:
Kanada Terus Berunding dengan AS Guna Bendung Tarif Dagang Kanada Terus Berunding dengan AS Guna Bendung Tarif Dagang Doc: Istimewa

ONTARIO - Kanada dan Amerika Serikat (AS), Jumat pagi, melanjutkan perundingan perdagangan di Washington DC di tengah tenggat waktu tengah malam yang semakin dekat untuk pemberlakuan tarif 50 persen terhadap barang Kanada senilai 30 miliar dolar Kanada (22 miliar dollar AS atau sekitar Rp388,5 triliun).

Kedua pihak mengatakan telah mendekati kesepakatan. Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan pada Rabu (19/8) bahwa kesepakatan yang “sangat adil” telah tercapai.

Namun, para negosiator terus bekerja dengan sangat cepat untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat tengah malam. Trump mengumumkan tarif tersebut sebagai tindakan balasan terhadap tarif Kanada atas barang-barang AS, yang sebelumnya juga diberlakukan sebagai respons terhadap tarif AS.

Di pihak Kanada, laporan media pada awal pekan ini menyebut Perdana Menteri Mark Carney hanya mengatakan bahwa “kemajuan signifikan telah dicapai”.

Sementara, sumber yang mengetahui proses perundingan mengatakan kepada sejumlah media Kanada bahwa kesepakatan tersebut akan memangkas separuh tarif AS atas baja dan aluminium Kanada, dari 50 persen menjadi 25 persen.

Namun, untuk mendapatkan konsesi tersebut, negosiator Kanada Dominic LeBlanc harus menangani tiga keluhan perdagangan AS.

Pertama, sektor otomotif, yang kebijakan pemerintah AS menilai terbebani oleh pajak dan tarif Kanada. Kedua, AS menginginkan akses ke pasar produk susu Kanada, sementara pemerintah AS mempersoalkan kuota ketat dalam sistem pengelolaan pasokan Kanada.

Ketiga, AS menginginkan penghentian larangan penjualan minuman beralkohol, yang diberlakukan ketika sejumlah provinsi di Kanada menarik produk minuman keras AS dari rak toko sebagai balasan atas tarif AS sebelumnya.

Terkait minuman beralkohol, aksi boikot tersebut telah merugikan produsen minuman beralkohol AS. Carney pun mendapat jaminan, meski dengan enggan, dari para perdana menteri provinsi bahwa produk minuman beralkohol AS akan kembali tersedia di rak toko.

Namun, Quebec mensyaratkan agar kesepakatan perdagangan tersebut memberikan manfaat positif secara keseluruhan sebelum langkah itu dilakukan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.