Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banten Koordinasi Atur WFA ASN

📅 Selasa, 04 Mar 2025, 03:25 WIB | Oleh:
Banten Koordinasi Atur WFA ASN Doc: ANTARA/HO-Pemkab Tangerang
Ket. Bupati Tangerang Maesyal Rasid saat menyapa sejumlah ASN di lingkup Pemkab Tangerang usai mengikuti retret di Magelang, Jawa Tengah.

SERANG – Guna mengatur pelaksanaan arus mudik agar tidak macet, akan dilaksanakan kerja dari mana saja (WFA) bagi ASN. Untuk itu, Provinsi Banten tengah menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengaturnya.

“Kami tengah menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan penerapan Flexible Work Arrangement atau Work From Anywhere,” tutur Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Senin (3/3).

Andra juga akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Rabu (5/3) ini untuk membahas pelaksanaan mudik. “Kita tunggu terkait dengan WFA, kalau itu bisa dijalankan, otomatis saya meyakini kepadatan arus mudik nanti bisa teruai,” ujar Andra Soni.

Andra Soni menyatakan pembahasan tentang persiapan mudik telah berjalan dan sudah diadakan rapat koordinasi bersama Polda Banten. Bahkan koordinasi dilakukan sebelum selesai pembekalan di Akademi Militer, Magelang. Dia yakin bisa melaksanakan tugas-tugas dalam rangka menghadapi bulan puasa dan lebaran.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan penerapan FWA diharapkan mulai H-7 lebaran atau 24 Maret. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB terkait penerapan WFA,” ujar AHY di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten.

Harapannya, kebijakan itu bisa membantu mendistribusikan arus mobilitas masyarakat lebih awal menjelang mudik lebaran. Pada saat H-7 lebaran atau 24 Maretdiharapkan WFA sudah dapat diberlakukan. WFA adalah pengaturan sistem kerja yang memungkinkan karyawan bisa bekerja secara fleksibel dari mana saja.

Dalam upaya memastikan kelancaran arus mudik Idul Fitri, pemerintah mengambil langkah strategis dengan menerapkan WFA. Kebijakan ini dirancang untuk membantu mengurai kemacetan arus mudik.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas pada hari-hari menjelang Idul Fitri. Apalagi tahun ini perayaan lebaran berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Pemerintah juga tengah mengupayakan sinkronisasi jadwal libur sekolah untuk semakin mengoptimalkan distribusi arus mudik.

AHY menekankan seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari arahan langsung presiden untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Belum Bahas

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyatakan belum membahas atau merencanakan penerapan kebijakan WFA bagi ASN menjelang perayaan lebaran. “Untuk sekarang, kita akan rumuskan dulu. Kita lihat situasi yang sedang berkembang di Kabupaten Tangerang,” jelas Bupati Tangerang, Maesyal Rasid.

Menurutnya, hingga kini seluruh ASN masih bekerja di kantor untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita lihat nanti kondisinya, mungkin tidak perlu WFA,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menambahkan bahwa kebijakan WFA akan dilihat urgensinya. Bila diperlukan demi kepentingan publik dan kelancaran layanan, akan menyesuaikan. Hanya, sampai sekarang lebih baik bekerja di kantor. Jadi Kabupaten Tangerang tidak perlu menerapkan WFA. wid/Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.