Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Soal Pangan Aman Konsumsi Butuh Sosialisasi yang Masif

📅 Senin, 03 Mar 2025, 13:55 WIB | Oleh:
Soal Pangan Aman Konsumsi Butuh Sosialisasi yang Masif Doc: antara foto
Ket. Pengecekan stok pangan saat Ramadan.

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Maharani meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih memasifkan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan bahan pangan yang aman dikonsumsi dan bebas dari zat berbahaya.

Menurut Maharani, sosialisasi itu perlu dilakukan, terutama di tengah Ramadan dengan banyaknya peredaran makanan, khususnya takjil, jajanan pasar, dan produk pangan lainnya serta karena masih adanya temuan pangan yang tidak layak konsumsi.

"Kami menemukan pangan yang tidak layak konsumsi, mengandung boraks dan pewarna tekstil, saat melakukan uji sampling secara acak di pasar tradisional," ujar dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (3/3).

Sebelumnya, temuan makanan mengandung boraks dan pewarna tekstil itu diperoleh oleh Maharani saat mengecek keamanan makanan di salah satu pasar di Pekanbaru, Riau.

Berikutnya, anggota komisi yang membidangi bidang kesehatan itu meminta pemerintah daerah agar bersama-sama menjaga keamanan pangan sehingga masyarakat dapat hidup sehat dan terhindar dari risiko keracunan makanan.

Komisi IX DPR RI, kata dia melanjutkan, juga berharap pemerintah daerah dapat lebih aktif dalam mengawasi peredaran makanan, khususnya makanan yang ada saat Ramadhan, seperti takjil dan jajanan pasar.

Sebelumnya, Kepala BPOM Taruna Ikrar telah mengatakan bahwa pihaknya melakukan intensifikasi pengawasan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H/Tahun 2025. Hal itu dilakukan guna mencegah peningkatan peredaran produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas.

Dia menyebutkan pentingnya intensifikasi pengawasan pangan saat hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Idul Fitri, mengingat tingginya permintaan akan pangan di masyarakat pada waktu tersebut.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Perdagangan (2024), terjadi peningkatan konsumsi pangan sekitar 20-30 persen selama Ramadan tahun lalu," ujar Taruna.

Dia juga menyebutkan bahwa inisiatif ini dimulai sejak 24 Februari 2025 dan pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap per pekan hingga minggu keempat Maret 2025. Adapun hasilnya, kata Taruna, akan diumumkan pada minggu ketiga Maret 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Polisi Vietnam Sita 500 Kucing Curian yang akan Diambil Dagingnya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Polisi Vietnam Sita 500 Kuc...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.