Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Ancaman Krisis Pangan Butuh Aksi Nyata dan Konkret

📅 Senin, 03 Mar 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Kenaikan harga beras di Jepang menunjukkan bahwa gejolak pasar pangan global itu nyata. Jika Indonesia masih bergantung pada impor beras atau bahan pangan lainnya, kita bisa terkena dampak besar, terutama jika rupiah melemah terhadap mata uang negara eksportir,” kata Prof. Dwijono.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada impor sebagai solusi jangka pendek. Pemerintah harus memperkuat produksi beras dalam negeri dan memastikan sistem distribusi berjalan dengan baik agar harga tetap stabil.

“Ketahanan pangan bukan sekadar memiliki stok beras, tapi juga soal membangun sistem pangan yang mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi global. Diversifikasi pangan dan efisiensi distribusi harus menjadi perhatian utama pemerintah,” tambahnya.

Di tengah tren kenaikan harga pangan di berbagai negara, Dwijono berharap pemerintah bisa lebih serius dalam mengembangkan sektor pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

“Jangan sampai kita baru bertindak setelah harga beras melonjak tajam. Ini momentum untuk memperkuat produksi dalam negeri dan memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat Pertanian dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali I Nengah Muliarta mengatakan diversifikasi pangan sangat penting untuk mengurangi kebergantungan pada beras, agar tidak rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan.

Cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 2 juta ton adalah langkah positif dalam menjaga stabilitas pasokan. Namun, untuk menjaga harga tetap terjangkau, penting untuk mempromosikan alternatif sumber karbohidrat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberagaman pangan yang ada.

“Jika kurs rupiah terus melemah, menunjukkan bahwa Indonesia harus mengembangkan kemandirian pangan. Diversifikasi tidak hanya mencakup variasi jenis pangan, tetapi juga pengembangan sistem pertanian lokal yang kuat untuk memenuhi kebutuhan domestik,” kata Muliarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

MILITER

Tokyo Ingin Tingkatkan Kekuatan Militer

30 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tokyo Ingin Tingkatkan Keku...
Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...

Arsenal Kejar Hasil Sempurna Pramusim

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...

Cadangkan Pemain yang Tak Maksimal

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.