Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anthony Fokker, Pelopor Penerbangan Asal Blitar

📅 Senin, 24 Feb 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ketertarikan terhadap pesawat terbang semakin meningkat, ketika ia menyaksikan demo flight yang dilaksanakan oleh perancang pesawat pertama di dunia, Wilbur Wright, pada tahun 1908 di kota Le Mans, Perancis. Ketertarikan ini membuatnya tidak fokus pada pelajaran di sekolah. Fokker kemudian drop out dari sekolah menengah.

Melihat anaknya keluar dari sekolah dan melihat hasrat anaknya yang begitu tinggi terhadap pesawat mendorong Herman sang ayah mengirim Fokker untuk sekolah teknik mesin mobil di J Bingen Technical School, Jerman. Namun karena ketertarikan Fokker lebih berat terhadap mesin pesawat, maka ia kemudian dipindahkan ke Erste Deutsche Automobil Fachshule yang berada di kawasan Mainz.

Pendidikan teknik penerbangan yang dijalani Fokker segera membuahkan hasil. Fokker berhasil membuat pesawat rancangannya sendiri, De Spin dalam Bahasa Jerman Die Spinne. Pada Agustus 1911, ia melaksanakan demo flight di sekeliling menara Sint Bavokerk yang menjulang di Harlem.

Aksi penerbangan yang dilakukan Fokker menggunakan De Spin ini menjadikan dirinya bak selebritas. Fokker bahkan diundang terbang di atas Belanda untuk ikut memperingati hari ulang tahun Ratu Wilhelmina.

Keberhasilan ini membuat Fokker melangkahkan kakinya untuk tidak “sekadar” merancang pesawat dan membuatnya. Fokker memutuskan kembali ke Jerman untuk memulai bisnis pembuatan pesawat terbang. Pada tahun 1912, Fokker kembali ke Jerman dan menetap di Johannistal, Berlin.

Fokker kemudian mendirikan sebuah pabrik pesawat terbang, Fokker Aeroplanbau di kota Johannistal. Ketika pabriknya terus berkembang dan mampu memproduksi berbagai tipe pesawat, Fokker kemudian memindahkan pabriknya menuju kawasan Schwerin yang lebih luas dan mengubah nama pabriknya menjadi Fokker Werke GmbH.

Pamornya Fokker semakin menanjak ketika menciptakan sebuah pesawat berbahan kayu. Inovasi yang dilakukan terinspirasi dari pesawat buatan Perancis, Morane Saulnier. Pesawat ini kemudian menjadi pesawat tempur andalan Jerman dalam Perang Dunia I.

Tidak berhenti sampai di situ, dengan lisensi dari pabrik pesawat Prancis, Le Rhone, Fokker kemudian mengembangkan pesawat tersebut menjadi beberapa tipe dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan pesawat yang ditirunya.

Walau menyandang predikat perancang pesawat terbaik di Jerman, Fokker sempat dianggap sebagai warga kelas dua dan dianggap sebagai orang asing oleh para perancang lainnya. Bukan tanpa sebab, saat itu Fokker masih berkewarganegaraan Belanda.

Sistem rotary engine yang dikembankan Fokker dari segi tenaga (power) dianggap kurang baik dibandingkan sistem rotary engine buatan perancang Jerman, dan dianggap sebagai barang kelas dua. Meskipun mendapat perlakuan tidak adil ia memilih mengalah.

Selama tinggal di Jerman, Fokker sudah terbiasa dan maklum terhadap warga Jerman (ras Germania) yang selalu merasa lebih unggul dibandingkan bangsa lainnya. Namun ketika militer Jerman mulai memikirkan pentingnya sebuah pesawat dalam pertempuran, Fokker kemudian diterima sebagai warga Jerman (1914) dengan syarat pesawat hasil rancangannya harus bermanfaat bagi militer Jerman. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.