Anthony Fokker, Pelopor Penerbangan Asal Blitar
📅 Senin, 24 Feb 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Arsip nasional belanda
Siapa sangka seorang yang termasuk dalam salah satu pelopor dunia pernerbangan lahir di Blitar. Ia lahir dari perumahan kawasan perkebunan kopi yang kini berupa semak belukar, rusak akibat letusan Gunung Kelud.
Anthony Fokker. (Istimewa)
Sang pembuat pesawat tempur Perang Dunia Pertama Anthony Fokker ternyata di sebuah tempat yang kini kondisinya tidak terurus di Blitar. Bangunan tua tempat pabrik kopi orang tuanya pernah berdiri megah terbengkalai ditumbuhi rerumputan dan tanaman semak.
Anthony Fokker lahir di Blitar, Jawa Timur pada 6 April 1890 di sebuah rumah sakit bersalin di wilayah Karisidenan Kediri. Ia berasal dari putra kedua dari pasangan Herman Fokker dan Anna Fokker-Diemont.Herman merupakan pemilik dan pengelola perkebunan kopi yang pabriknya berada di Desa Soso Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Buku MLJ Dierikx berjudul ‘The Flying Dutchman Who Shaped American Aviation’ menuliskan, ayahnya Herman Fokker telah tinggal di perkebunan Njoenjoer dengan dukungan perusahaan dagang Belanda (Nederlandsche Handel Maatschappij atau NHM). Perusahaan ini juga memperoleh monopoli atas ekspor di Indonesia 1824.
Herman sendiri merupakan seorang keturunan keluarga kaya pemilik kapal dan pedagang dari Middelburg, Belanda. Pada tanggal 29 September 1880, Herman memperoleh sewa di lereng selatan Kelud seluas 500 hektar.
Herman Fokker sempat kembali ke Belanda untuk menikah dengan sepupunya, Anna Diemont pada 18 Maret 1884. Setelah itu mereka kemudian berangkat ke Hindia Belanda (Indonesia) pada 23 Juni dengan naik kapal laut. Empat bulan kemudian, mereka tiba di pelabuhan Batavia, Tanjung Priok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada akhir Agustus 1888, Herman membawa istrinya tinggal di perkebunan Njoenjoer. Selama tinggal di Njoenjoer, pasangan ini mempunyai dua anak. Anak pertama berjenis kelamin perempuan dengan nama panggilan Toos. Dari sumber foto keluarga ia pernah pernah membuat esai di sekolahnya tahun 1904.
Dari sumber tersebut, Anthony diketahui tinggal di perkebunan Njoenjoer sampai usia 4 tahun. Pada Mei 1894, keluarga Fokker kembali ke Belanda, tujuannya agar anak-anak mereka mendapat pendidikan yang lebih baik. Kemudian, Herman Fokker menjual perkebunan Njoenjoer kepada keluarga Philip Evers dari Den Haag awal Maret 1896.
Namun perkebunan Njoenjoer tidak lagi terdaftar di Almanak Pemerintah Belanda pada tahun 1898. Terlebih, letusan gunung berapi Kelud pada bulan Mei 1901 menghancurkan apa yang tersisa dari perkebunan tersebut.
Di Belanda ia sekolah dari tingkat bawah hingga sekolah menengah. Di Sekolah menengah ia memiliki ketertarikan terhadap rancang bangun mesin pesawat terbang dan kereta api. Di dalam kelas ia menggambar mesin pesawat dan kereta api di dalam kelas.

Pelopor penerbangan Belanda Fokker dengan pesawat pertamanya. (Arsip nasional belanda)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!