Tiongkok Jawab Donald Trump Soal Pengurangan Jumlah Senjata Nuklir
📅 Sabtu, 15 Feb 2025, 09:40 WIB | Oleh: Tim PenulisPada masa jabatan pertamanya, Trump mencoba untuk membawa Tiongkok ke dalam perundingan pengurangan senjata nuklir ketika AS dan Russia sedang membicarakan perpanjangan pakta The New START (Strategic Arms Reduction Treaty) yaitu perjanjian penetapan batasan senjata nuklir jarak antarbenua, tapi upaya AS gagal.
Rusia menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian tersebut selama pemerintahan Biden karena AS dan Rusia melanjutkan program besar-besaran untuk memperpanjang masa pakai atau mengganti persenjataan nuklir era Perang Dingin mereka.
Laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada 2023 menyebutkan jumlah hulu ledak nuklir di seluruh dunia meningkat menjadi 9.576 pada 2023 dari tadinya 9.440 pada 2022.
Terdapat sembilan negara di dunia yang memiliki hulu ledak nuklir, yaitu Amerika Serikat, Russia, Inggris, Perancis, Tiongkok, India, Pakistan, Korea Utara dan Israel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari 9.576 hulu ledak tersebut, sebanyak 3.844 di antaranya berada dalam posisi terpasang pada misil ataupun pesawat dan siap menyerang sewaktu-waktu. Sedangkan sisanya berstatus cadangan. Sekitar 90 persen senjata nuklir di dunia dimiliki oleh AS dan Russia, dua rival yang tak lepas dari warisan era Perang Dingin.
Negara-negara yang tercatat menambah jumlah hulu ledak nuklir adalah Russia, Tiongkok, India, Pakistan, dan Korea Utara.
Tiongkok disebut mengalami pertumbuhan pesat senjata nuklir, dengan menambah jumlah hulu ledak nuklir menjadi 410 dari 350. Negara tersebut juga disebut berpotensi memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) sebanyak AS atau Russia pada akhir dekade ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!