Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keraton Kasepuhan, Simbol Kemegahan Cirebon di Masa Lalu

📅 Sabtu, 15 Feb 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pada bagian bawah Gapura Banteng ini terdapat Candra Sakala dengan tulisan Kuta Bata Tinata Banteng yang jika diartikan adalah tahun 1451 saka atau 1529 M. Relief hewan ini merupakan simbol dari tahun candra sangkala yang menjelaskan berdirinya keraton. Terdiri dari Kuta berarti satu, Bata berarti lima, dan Tinata berarti empat dan banteng itu sendiri. Dari penjabaran itu artinya 145 atau 1529.

Selain Relief Benteng keraton ini syarat dengan simbol lainnya. Area Langgar Agung atau mushola agung di Keraton Kasepuhan ditandai dengan adanya pos Bedug Samogiri di sebelah kiri. Lokasinya berada di batas antara area Siti inggil dengan halaman Langgar Agung.

1739545361_c562ede26237edb1f760.jpg

Siti Inggil dan Langgar Agung dibatasi oleh tembok dari bata bata merah. Pada tembok bata bagian utara terdapat dua gerbang yaitu Regol Pengada dan Gapura Lonceng. Regol Pengada dengan ukuran 5 × 6,5 m memiliki bentuk paduraksa ini menggunakan batu dan daun pintunya dari kayu. Gapura Lonceng terdapat di sebelah timur Gerbang Pangada dengan ukuran panjang dasar 3,10 × 5 × 3 m.

Gerbang ini berbentuk kori agung (gapura beratap) menggunakan bahan bata. Area langgar Agung ini terbagi dua yaitu halaman Pengada dan halaman Langgar Agung yang keduanya dipisahkan dengan tembok yang rendah.

Bangunan utama Langgar Agung berukuran 6 × 6 m dengan luas teras 8 × 2,5 m. Bagian terasnya berdinding kayu setengah dari permukaan lantai sementara setengah bagiannya lagi diberi terali kayu. Dinding bangunan utama merupakan dinding tembok, mihrabnya berbentuk melengkung berukuran 5 × 3 × 3 m.

Untuk menuju area utama Keraton Kasepuhan dari area tersebut harus melewati gerbang yang dilengkapi dua daun pintu terbuat dari kayu. Karena pintunya jika dibuka dan ditutup akan berbunyi maka disebut Lawang Gledegan yang berbunyi seperti guntur.

Bangunan utama ini memiliki beberapa bangunan atau ruangan seperti Bangunan Induk Keraton. Lunjuk, Taman Dewadaru, Museum Benda Kuno, Museum Kereta, Tugu Manunggal, dan Sri Manganti. Lunjuk merupakan bangunan Lunjuk berfungsi untuk melayani tamu, mencatat serta melaporkan kepentingannya kepada Sultan. Bangunan ini berukuran 10 × 7 m, berada di sebelah Tugu Manunggal berfungsi melayani tamu dalam mencatat dan melaporkan urusannya menghadap raja.  hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.