Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Tak Bisa Menunggu, Industri Dipaksa Ngebut, Komisi VII Percepat Target NZE ke 2050

📅 Kamis, 13 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perubahan Iklim Tak Bisa Menunggu, Industri Dipaksa Ngebut, Komisi VII Percepat Target NZE ke 2050 Doc: antara
Ket. Industri Dipaksa Percepat Target Net Zero Emissions (NZE)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendukung inisiasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk dekarbonisasi industri sehingga mewujudkan netralitas karbon atau Net Zero Emissions (NZE) pada 2050 atau 10 tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan.

“Kami mendukung penuh komitmen Kemenperin dalam percepatan NZE 2050, yang bahkan lebih cepat 10 tahun dari target nasional. Langkah ini menunjukkan bahwa sektor industri Indonesia siap untuk beradaptasi dengan tren global dan semakin berdaya saing di pasar internasional,” kata dia di Jakarta, Rabu (12/2).

Adapun dalam kebijakan dekarbonisasi (proses pengurangan emisi karbon ke atmosfer secara bertahap) tersebut, Kemenperin berfokus pada tiga pilar utama, yaitu teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, dan ekonomi sirkular yang akan menjadi fondasi bagi transformasi industri menuju rendah karbon.

Selain itu, proyek percontohan Carbon Capture Utilization (CCU) yang melibatkan PT Petrokimia Gresik dan UWin Resources Regeneration Inc menjadi bukti nyata bahwa Indonesia siap mengadopsi inovasi dalam pengurangan emisi industri.

Dikatakan Chusnunia, melalui strategi tersebut akan secara langsung membantu sektor perindustrian dalam negeri menciptakan lapangan kerja baru. “Teknologi rendah karbon dan ekonomi sirkular tidak hanya membantu kita mencapai target iklim global, tetapi juga membuka potensi investasi dan penciptaan lapangan kerja hijau yang lebih luas,” ujar dia.

Kemenperin juga menetapkan empat subsektor prioritas dalam dekarbonisasi, yaitu industri pulp dan kertas, besi dan baja, semen, serta sektor pupuk yang merupakan kontributor utama emisi karbon nasional.

Kawal Kebijakan

Dia menyampaikan, dalam rangka memastikan keberlanjutan kebijakan ini, Komisi VII DPR RI akan terus mengawal implementasi regulasi serta mendorong pemberian insentif bagi industri yang berinvestasi dalam teknologi hijau. “Kami akan memastikan ada regulasi yang konsisten dan insentif yang tepat sehingga transisi menuju industri hijau ini tidak membebani pelaku usaha, melainkan justru meningkatkan daya saing mereka,” ujarnya pula.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, sektor industri, serta mitra internasional dalam pengembangan teknologi hijau dan investasi berkelanjutan. Menurutnya dengan kerja sama yang kuat, Indonesia diyakini dapat mencapai target NZE 2050 dan berkontribusi aktif dalam mitigasi perubahan iklim global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
G20 Sepakati Tata Kelola Te...
Nasional
Pemerintah Didorong Perkuat...
Nasional
Mempercepat Menuju “Zero ...
Daerah
Pemkot Bandung Benahi Tata ...
Advertisement
Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.