Pramono Minta Petasan di Permukiman Jakarta Dibatasi, Jangan Ganggu Warga hingga Dini Hari
📅 Senin, 05 Okt 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta jajaran wali kota membatasi penggunaan petasan dan kembang api, terutama pada malam hari di kawasan permukiman Ibu Kota, agar tidak mengganggu waktu istirahat warga.
Pramono menyampaikan hal tersebut menyusul kericuhan yang sempat terjadi akibat penggunaan petasan dalam acara Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, hingga dini hari.
"Kebetulan saya mengikuti begitu peristiwa terjadi. Itu kan hampir jam 00.30 malam. Kurang lebih jam 02.00 saya membaca itu, kemudian saya meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berperan," kata Pramono saat ditemui di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (5/10).
Menurut Pramono, penggunaan kembang api atau petasan pada malam hari, terutama hingga dini hari, dapat mengganggu ketenteraman warga sekitar.
Karena itu, ia meminta jajaran wali kota memastikan penggunaan petasan dan kembang api dibatasi dari sisi waktu sehingga tidak mengganggu masyarakat.
"Karena bagaimana pun, tidak eloklah bahwa sudah jam 01.00 malam masih menyembunyikan petasan dan sebagainya. Kebetulan anaknya Ibu tadi kan memang sensitif terhadap petasan dan sebagainya. Kebetulan hadir dalam kesempatan ini ada Wali Kota Jakarta Timur dan Wali Kota Jakarta Selatan. Hal yang berkaitan dengan itu kita batasi," katanya.
Meski demikian, Pramono menegaskan kebijakan tersebut bukan berarti melarang penggunaan petasan dan kembang api secara total.
Ia hanya meminta agar penggunaannya tidak sampai mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga, terutama apabila dilakukan hingga dini hari.
"Dan saya minta ini mudah-mudahan tidak terulang kembali. Kalau memang jam masih jam sore, monggo saja, tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat," ujarnya.
Warga Protes
Sebelumnya, kepolisian bersama pihak kelurahan mengusut penggunaan petasan selama sekitar satu jam dalam perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/10) malam.
"Sudah monitor, ini pihak-pihak sudah dipanggil ke kantor kelurahan," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Lurah Pondok Pinang Dina Roslina mengatakan kejadian tersebut bermula dari kegiatan pengajian sekaligus haul keluarga yang telah meninggal dunia.
Namun, pada akhir kegiatan, penyelenggara memasang kembang api yang kemudian mengganggu ketenteraman dan ketertiban lingkungan sekitar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!