Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Mencatat Harga Beras Masih Naik di 116 Kabupaten/Kota pada Awal Oktober

25 Senin, 05 Okt 2026, 14:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Mencatat Harga Beras Masih Naik di 116 Kabupaten/Kota pada Awal Oktober BPS Mencatat Harga Beras Masih Naik di 116 Kabupaten/Kota pada Awal Oktober Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Komoditas beras yang dijual pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras seluruh kualitas mengalami kenaikan di 116 kabupaten/kota hingga minggu pertama Oktober 2026.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga beras masih terjadi meski terdapat sejumlah provinsi yang mencatat harga beras stabil dan beberapa wilayah lainnya mengalami penurunan.

"Menurut kabupaten/kotanya, ada 116 kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan IPH (Indeks Perkembangan Harga) beras dari semua kualitas sampai dengan minggu pertama Oktober 2026," kata Ateng di Jakarta, Senin.

Menurut Ateng, sejumlah wilayah masih mencatat kenaikan harga beras yang cukup tinggi. Kabupaten Manggarai Barat menjadi salah satu daerah dengan kenaikan tertinggi, disusul Lampung Selatan dan sejumlah kabupaten/kota lainnya.

Sementara itu, secara nasional, harga beras premium dan medium juga masih mengalami kenaikan pada minggu pertama Oktober 2026.

BPS mencatat harga beras medium naik sebesar 0,16 persen atau harga rata-rata nasionalnya sebesar Rp14.676 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan untuk zona 1 Rp13.500 per kilogram, zona 2 Rp14.000, dan zona 3 Rp15.500.

Beras premium meningkat 0,13 persen atau harga rata-rata nasionalnya Rp16.525 per kilogram, sedangkan HET zona 1 yang ditetapkan Rp14.900 per kilogram, zona 2 Rp15.400 dan zona 3 Rp15.800.

Meski demikian, terdapat sejumlah provinsi yang mencatat penurunan harga beras. Beberapa di antaranya Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, hingga Kepulauan Bangka Belitung.

Perkembangan harga beras tersebut tetap menjadi perhatian karena beras merupakan salah satu komoditas pangan utama yang memiliki pengaruh terhadap stabilitas harga dan inflasi.

BPS akan terus memantau perkembangan harga beras di tingkat kabupaten/kota untuk mengantisipasi tekanan harga pangan menjelang akhir tahun 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.