Pertamina Bawa Senyum untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Semarang, Puluhan Dokter Gigi Turun Tangan
📅 Senin, 05 Okt 2026, 14:38 WIB | Oleh: Henri pelupessySEMARANG – Sebanyak 50 anak berkebutuhan khusus bersama orang tua mendapatkan layanan pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut dalam kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa” di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (4/10).
Kegiatan yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak itu melibatkan lebih dari 20 dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak.
Bertempat di Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Semar Cakep, kegiatan tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan gigi. Anak-anak juga diajak belajar menyikat gigi dengan cara yang benar melalui edukasi dan praktik langsung.
Selain itu, peserta mendapat konsultasi kesehatan gigi, pemberian topikal aplikasi fluoride, serta sikat gigi yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut di rumah.
Secara keseluruhan, terdapat 100 penerima manfaat yang mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 50 anak berkebutuhan khusus dan orang tua.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen Pertamina dalam mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya memberikan akses pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa” merupakan bagian dari Program GITA (Gisikdrono Tangguh dan Berdaya): Kampung Inklusif Perkotaan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui Aviation Fuel Terminal Ahmad Yani.
Program tersebut berfokus pada pemberdayaan anak penyandang cerebral palsy beserta keluarganya. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi.
“Kami percaya bahwa menciptakan masyarakat yang inklusif membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga komunitas,” kata Taufiq.
Perawatan Gigi
Ketua IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Satiti Kuntari, MS., SpKGA(K), mengatakan kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan anak yang perlu mendapatkan perhatian, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan yang berbeda dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Karena itu, edukasi kepada orang tua menjadi bagian penting agar perawatan dapat dilanjutkan di rumah.
“Kami ingin memberikan pemeriksaan, edukasi, serta pendampingan kepada anak sekaligus meningkatkan pengetahuan orang tua agar perawatan kesehatan gigi dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan di rumah,” ujar Satiti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!